Penulis
KOMPAS.com - Meski terkesan sepele, mencuci piring membutuhkan teknik yang tepat agar hasilnya benar-benar bersih dan tidak merusak peralatan.
Beberapa jenis peralatan, seperti porselen halus, besi cor, dan kristal, umumnya hanya aman dicuci dengan tangan.
Selain itu, peralatan yang sangat kotor atau penuh sisa makanan kering sering kali perlu direndam dan digosok terlebih dahulu sebelum benar-benar bersih.
Agar kegiatan mencuci piring lebih efisien dan hasilnya maksimal, dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan.
Baca juga: Spons Pencuci Piring Rawan Jadi Sarang Bakteri, Bahayakah?
Pertama, tentu kamu perlu menyiapkan sabun cuci piring cair yang pekat dan spons. Jika sering mencuci piring, disarankan menggunakan sarung tangan karet untuk melindungi kulit tangan dari iritasi dan kering.
Pemilihan spons juga penting. Spons yang memiliki sisi lembut dan sisi agak kasar memudahkan membersihkan peralatan yang halus sekaligus yang memerlukan tenaga ekstra.
Spons sebaiknya dibilas dan diperas sampai kering setiap selesai digunakan agar tidak menjadi sarang bakteri. Selain itu, spons perlu diganti secara berkala, terutama jika mulai berbau.
Sediakan pula tempat untuk menaruh piring yang sudah dicuci, seperti rak pengering, alas pengering, atau handuk tebal.
Baca juga: 6 Hal yang Dapat Dibersihkan dengan Sabun Cuci Piring, Apa Saja?
Rak pengering dinilai lebih praktis karena memungkinkan udara bersirkulasi sehingga piring bisa kering tanpa meninggalkan bercak air.
Sebelum mulai mencuci, buang sisa makanan dari piring ke tempat sampah atau saluran pembuangan. Spatula karet bisa digunakan untuk mengerik sisa makanan yang menempel.
Perendaman diperlukan jika banyak sisa makanan kering atau berminyak yang menempel di piring.
Langkah ini membantu melunakkan noda sehingga lebih mudah dibersihkan, terutama jika sabun yang digunakan tidak terlalu kuat melarutkan lemak.
Baca juga: Rak Piring Bisa Jadi Sarang Kuman, Begini Cara Membersihkannya
Urutan mencuci piring juga memengaruhi hasilnya. Mulailah dari peralatan yang paling bersih, seperti gelas, mangkuk saji, dan sendok garpu tanpa sisa makanan. Dengan cara ini, air sabun tetap bersih lebih lama.
Setelah itu, baru mencuci piring, mangkuk, serta peralatan masak seperti wajan dan panci yang paling kotor.
Saat mencuci, pastikan seluruh permukaan peralatan digosok, bukan hanya bagian yang terlihat kotor, untuk memastikan kebersihan dan mengurangi risiko bakteri.