Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Kain yang Aman Menggunakan Pelembut Pakaian

Kompas.com, 26 Februari 2026, 20:02 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelembut pakaian menjadi bahan yang tak terpisahkan dalam mencuci pakaian. 

Bahan ini umumnya digunakan untuk meningkatkan kelembutan pada kain dan memberikan efek kesegaran. 

Baca juga: Perlu Memisahkan Pakaian Sebelum Mencucinya? Ini Kata Ahli

Sayangnya, tidak semua kain mendapatkan manfaat dari pelembut kain, beberapa bahan tertentu justru dapat lebih cepat rusak jika diberi pelembut pakaian.

Karena itu, pelembut pakaian perlu digunakan dengan tepat agar tidak merusak bahannya. Memahami penggunaan pelembut pakaian pada kain yang tepat tidak hanya membantu menjaga kualitas kain, tetapi juga memperpanjang usia pemakakan pada pakaian dan kain kesayangan di rumah.

Apakah aman menggunakan pelembut pakaian?

Sammy Wang, ilmuwan perawatan kain di Procter&Gamble--produsen pelembut kain cair Downy dan lembaran pengering Bounce yang berbasis di Amerika Serikat--mengungkapkan ada beberapa jenis kain yang sebaiknya tidak pernah dicuci dengan pelembut kain. 

Bahan utama dalam pelembut kain adalah kondisioner kationik yang bermuatan positif. Sementara itu, permukaan kain umumnya cenderung bermuatan negatif.

"Penggunaannya dapat menetralkan muatan tersebut, mencegah kain kusut dan listrik statis,” kata Wang dikutip dari Better Homes and Gardens, Kamis (26/2/2026). 

Baca juga: Jangan Gunakan Mesin Pengering, 7 Jenis Pakaian Ini Lebih Baik Dijemur

Wang menjelaskan pelembut kain berfungsi melembutkan, menghaluskan, dan memperkuat serat kain, khususnya yang kasar dan mudah rusak, seperti katun, linen, atau serat alami lainnya.  

Selain itu, penggunaannya akan membantu melindungi dari kerusakan akibat paparan guncangan, putaran, serta panas selama proses pencucian. 

Wang mengatakan pakaian dapat berputar secepat 80 kilometer per jam di mesin cuci dan terguncang 3.000 kali dalam setiap pencucian.

Sementara itu, pengering cukup panas untuk merusak serat kain. Pelembut kain membantu mengurangi gesekan antarserat, mencegah peregangan, pemudaran warna, pengelupasan, dan pembentukan gumpalan. 

Bahan yang aman dicuci dengan pelembut kain

Idealnya, pelembut kain digunakan untuk kain yang membutuhkan kelembutan, kehalusan, atau kesegaran ekstra, seperti piyama dan pakaian santai, selimut, atau seprai. 

“Ini juga bermanfaat untuk pakaian yang membutuhkan perlindungan ekstra selama proses pencucian dan pemakaian, seperti kain yang rentan berbulu, pudar, atau melar,” ucap Wong.

Untuk hasil terbaik, selalu gunakan takaran tepat dan pastikan mengikuti petunjuk perawatan pada label pakaian. Pelembut pakaian akan sangat efektif digunakan pada jenis kain dan pakaian berikut: 

Baca juga: Selain Pakaian, Ini 4 Barang yang Dapat Dibersihkan dengan Detergen

  1. Katun dan semi katun. 
  2. Linen. 
  3. Rami. 
  4. Sweater. 
  5. Denim. 
  6. Kaos oblong dan celana olahraga. 
  7. Perlengkapan tempat tidur seperti seprai dan selimut. 
  8. Pakaian berwarna gelap mudah pudar. 
  9. Pakaian kasual bisnis yang mudah kusut, seperti celana khaki, polo shirt, dan kemeja serta blus berkancing. 

Bahan yang harus dihindari untuk pelembut pakaian

Di sisi lain, sejumlah kain sebaiknya tidak dicuci dengan pelembut kain untuk menghindari kerusakan materialnya. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau