Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persahabatan Manusia dan Anjing Sudah Terjalin Sejak 14.000 Tahun Lalu

Kompas.com, 26 Maret 2026, 16:05 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Hubungan manusia dan anjing ternyata jauh lebih tua dari yang selama ini diperkirakan. Dua studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 25 Maret mengungkap bahwa anjing sudah menjadi spesies yang berbeda dari serigala—dan hidup berdampingan dengan manusia—lebih dari 14.000 tahun lalu.

Temuan ini memperkuat gagasan bahwa anjing adalah hewan pertama yang didomestikasi manusia, bahkan sebelum manusia mengenal pertanian. Artinya, hubungan emosional dan fungsional antara manusia dan anjing sudah terbentuk jauh sebelum peradaban modern berkembang.

“Begitu manusia memiliki anjing, hewan ini akan terus melekat pada populasi manusia sepanjang waktu,” ujar Lachie Scarsbrook, ahli paleogenetika dari Ludwig Maximilian University, Jerman.

Ia menambahkan, “Kami menyebutnya seperti ‘Swiss Army Dog’—anjing yang bisa beradaptasi dengan berbagai peran budaya yang kita kenal saat ini.”

Baca juga: Jejak Kaki Anjing dan Manusia Berusia 14.400 Tahun di Gua Italia, Bukti Domestikasi Tertua di Dunia

Mengungkap Misteri dari Tulang-Tulang Kuno

Para arkeolog sebenarnya telah lama menemukan sisa-sisa hewan mirip anjing yang dikubur bersama manusia sejak 34.000 tahun lalu. Namun, tidak semua temuan itu benar-benar anjing.

Menurut Scarsbrook, praktik mengubur hewan bersama manusia bukanlah bukti pasti domestikasi.

“Kita tahu manusia telah melakukan itu selama ribuan tahun, bahkan dengan hewan liar,” jelasnya.

Masalah lain adalah kemiripan bentuk fisik antara anjing dan serigala. Bahkan dari potongan kecil seperti gigi atau tengkorak, keduanya sulit dibedakan.

“Banyak dugaan anjing purba, setelah diuji DNA-nya, ternyata adalah serigala,” kata William Marsh dari Natural History Museum London.

Sebelumnya, anjing tertua yang benar-benar terkonfirmasi berasal dari sekitar 10.900 tahun lalu. Namun, dengan temuan terbaru, para ilmuwan kini yakin proses domestikasi sudah berlangsung jauh lebih awal—kemungkinan sejak era Paleolitikum Atas (12.000–50.000 tahun lalu).

Baca juga: Kapan Anjing Jadi Anjing? Jejaknya Ternyata Muncul Lebih dari 10.000 Tahun Lalu

Bukti Genetik: Anjing Sudah Ada 14.200 Tahun Lalu

Tim peneliti yang dipimpin Anders Bergström menganalisis DNA dari 216 sisa-sisa anjing dan serigala yang ditemukan di berbagai situs kuno di Eropa.

Hasilnya, sampel tertua yang benar-benar teridentifikasi sebagai anjing berasal dari 14.200 tahun lalu di wilayah Swiss.

Sementara itu, tim lain yang dipimpin Scarsbrook dan Marsh meneliti delapan sampel dari wilayah Turki, Iran, Serbia, dan Inggris. Mereka menemukan bahwa enam di antaranya adalah anjing dengan kemiripan genetik yang tinggi.

Ini menunjukkan bahwa sekitar 14.300 tahun lalu, sudah ada garis keturunan anjing yang relatif konsisten di seluruh Eropa.

Baca juga: Perang Ukraina Picu Domestikasi Terbalik: Anjing Kembali Mirip Serigala

Ilustrasi anjing itu hidup bersama sekelompok manusia yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak di gua. Riccardo Serena de Maria Ilustrasi anjing itu hidup bersama sekelompok manusia yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak di gua.

Seperti Apa Anjing Purba?

Meski penelitian ini belum bisa menggambarkan secara pasti rupa anjing zaman itu, para ilmuwan menduga bentuknya masih sangat mirip serigala—hanya lebih kecil.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau