Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
IdeAksi
IdeAksi adalah platform kolaboratif insan pelajar dan sivitas akademika untuk berbagi ide, menyalurkan inovasi, menunjukkan aksi nyata, serta merayakan prestasi. Di sinilah ruang generasi muda berkumpul, saling menginspirasi, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan.

Sinergi Akademisi dan UMKM Dongkrak Produk Pangan Magelang Tembus Pasar Lebih Luas

Kompas.com, 14 November 2025, 19:59 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Editor Travel & Food

Penulis:
Penulis: Fadlur Rahman
dosen

KOMPAS.com – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas pasar produk unggulan daerah.

Prinsip inilah yang mendorong tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (Untidar),

Tim dosen yang diketuai Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., bersama Dr. Arif Rahman Saleh, M.Eng., Herlina Mega Puspitasari, S.P., M.P., dan Fadlurrahman, M.P.A., mendampingi dua UMKM berbasis pangan di Kabupaten Magelang, yakni Koperasi Gupon Sekarlangit sebagai produsen beras organik dan PT Sekarlangit Agro Indoperkasa sebagai pengolah sayuran, agar mampu berinovasi, meningkatkan mutu, dan menembus pasar yang lebih luas.

Program pemberdayaan ini mendapat dukungan pendanaan dari hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Daerah (PM-UPUD) Kemdiktisaintek tahun 2025.

Baca juga: Hari Ini Pengumuman Untidar Jalur Mandiri 2024, Cek Biaya SPI-nya

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghadirkan pendekatan pemberdayaan berbasis kewirausahaan, dengan dukungan teknologi tepat guna, manajemen produksi, serta strategi pemasaran modern.

Sebelum program berjalan, kedua mitra menghadapi sejumlah kendala, seperti kapasitas produksi yang belum memadai, manajemen mutu yang kurang optimal, serta akses pasar digital yang masih terbatas.

Melalui PM-UPUD, tim Untidar memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari penerapan mesin produksi, pelatihan keamanan pangan (GMP dan HACCP), hingga penyusunan SOP dan tata kelola usaha.

Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kapasitas pengemasan beras organik Koperasi Gupon Sekarlangit meningkat dari 12 ton menjadi 20 ton per bulan setelah penggunaan mesin vacuum double chamber.

Di sisi lain, produksi tepung sayur di Sekarlangit Agro Indoperkasa hampir naik dua kali lipat berkat pemanfaatan food dehydrator dan mesin penepung berbahan stainless steel.

Baca juga: Beasiswa bagi Guru SD-PAUD Kuliah D4-S1, Simak Cara dan Kriteria

Peningkatan teknologi ini juga dibarengi penguatan pemasaran digital. Tim membantu pembuatan akun marketplace, optimalisasi media sosial, dan pembaruan desain kemasan agar lebih komunikatif dan sesuai standar ritel. Dampaknya, efisiensi kerja naik sekitar 40 persen, sementara penjualan meningkat hingga 10 persen.

Program ini turut melibatkan mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam pemberdayaan masyarakat, proses produksi, dokumentasi, hingga pembuatan konten digital sebagai pemenuhan 17 SKS keterlibatan lapangan.

Ketua tim, Dr. Eny Boedi Orbawati, menjelaskan bahwa capaian tahun pertama menjadi pijakan untuk pengembangan lanjutan. Tahun berikutnya akan difokuskan pada otomatisasi proses produksi, integrasi sistem manajemen mutu, serta strategi pemasaran digital berbasis data agar produk lokal Magelang dapat bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Mitra usaha menyambut baik pendampingan ini.

Koperasi Gupon Sekarlangit menuturkan bahwa peningkatan kapasitas produksi dan kualitas kemasan membuat mereka lebih percaya diri memperluas jaringan pemasaran. Hal serupa dirasakan Sekarlangit Agro Indoperkasa yang kini siap memasuki pasar ritel dan online dengan produk lebih stabil, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Melalui program ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi lokal melalui sinergi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.

Model pemberdayaan yang menggabungkan inovasi teknologi, penguatan manajemen, dan strategi pemasaran modern ini diharapkan menjadi contoh berkelanjutan bagi pengembangan produk unggulan daerah.

Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemdiktisaintek, atas dukungan pendanaan dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan melalui skema PM-UPUD 2025. Dukungan tersebut menjadi fondasi utama terselenggaranya program pemberdayaan ini secara optimal dan berkesinambungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau