Editor Travel & Food
Penulis:
Penulis: Fadlur Rahman
dosen
KOMPAS.com – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas pasar produk unggulan daerah.
Prinsip inilah yang mendorong tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (Untidar),
Tim dosen yang diketuai Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., bersama Dr. Arif Rahman Saleh, M.Eng., Herlina Mega Puspitasari, S.P., M.P., dan Fadlurrahman, M.P.A., mendampingi dua UMKM berbasis pangan di Kabupaten Magelang, yakni Koperasi Gupon Sekarlangit sebagai produsen beras organik dan PT Sekarlangit Agro Indoperkasa sebagai pengolah sayuran, agar mampu berinovasi, meningkatkan mutu, dan menembus pasar yang lebih luas.
Program pemberdayaan ini mendapat dukungan pendanaan dari hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Daerah (PM-UPUD) Kemdiktisaintek tahun 2025.
Baca juga: Hari Ini Pengumuman Untidar Jalur Mandiri 2024, Cek Biaya SPI-nya
Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghadirkan pendekatan pemberdayaan berbasis kewirausahaan, dengan dukungan teknologi tepat guna, manajemen produksi, serta strategi pemasaran modern.
Sebelum program berjalan, kedua mitra menghadapi sejumlah kendala, seperti kapasitas produksi yang belum memadai, manajemen mutu yang kurang optimal, serta akses pasar digital yang masih terbatas.
Melalui PM-UPUD, tim Untidar memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari penerapan mesin produksi, pelatihan keamanan pangan (GMP dan HACCP), hingga penyusunan SOP dan tata kelola usaha.
Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kapasitas pengemasan beras organik Koperasi Gupon Sekarlangit meningkat dari 12 ton menjadi 20 ton per bulan setelah penggunaan mesin vacuum double chamber.
Di sisi lain, produksi tepung sayur di Sekarlangit Agro Indoperkasa hampir naik dua kali lipat berkat pemanfaatan food dehydrator dan mesin penepung berbahan stainless steel.
Baca juga: Beasiswa bagi Guru SD-PAUD Kuliah D4-S1, Simak Cara dan Kriteria
Peningkatan teknologi ini juga dibarengi penguatan pemasaran digital. Tim membantu pembuatan akun marketplace, optimalisasi media sosial, dan pembaruan desain kemasan agar lebih komunikatif dan sesuai standar ritel. Dampaknya, efisiensi kerja naik sekitar 40 persen, sementara penjualan meningkat hingga 10 persen.
Program ini turut melibatkan mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam pemberdayaan masyarakat, proses produksi, dokumentasi, hingga pembuatan konten digital sebagai pemenuhan 17 SKS keterlibatan lapangan.
Ketua tim, Dr. Eny Boedi Orbawati, menjelaskan bahwa capaian tahun pertama menjadi pijakan untuk pengembangan lanjutan. Tahun berikutnya akan difokuskan pada otomatisasi proses produksi, integrasi sistem manajemen mutu, serta strategi pemasaran digital berbasis data agar produk lokal Magelang dapat bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Mitra usaha menyambut baik pendampingan ini.
Koperasi Gupon Sekarlangit menuturkan bahwa peningkatan kapasitas produksi dan kualitas kemasan membuat mereka lebih percaya diri memperluas jaringan pemasaran. Hal serupa dirasakan Sekarlangit Agro Indoperkasa yang kini siap memasuki pasar ritel dan online dengan produk lebih stabil, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Melalui program ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi lokal melalui sinergi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.
Model pemberdayaan yang menggabungkan inovasi teknologi, penguatan manajemen, dan strategi pemasaran modern ini diharapkan menjadi contoh berkelanjutan bagi pengembangan produk unggulan daerah.
Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemdiktisaintek, atas dukungan pendanaan dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan melalui skema PM-UPUD 2025. Dukungan tersebut menjadi fondasi utama terselenggaranya program pemberdayaan ini secara optimal dan berkesinambungan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya