Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Performa Mobil Listrik Menurun: Pahami Kerja Proteksi BMS

Kompas.com, 20 Maret 2026, 08:22 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengguna mobil listrik mungkin pernah merasakan performa kendaraan tiba-tiba menurun atau terasa lebih lemot dari biasanya.

Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, seolah ada masalah pada sistem penggerak.

Dalam banyak kasus, penurunan performa tersebut justru merupakan bagian dari mekanisme perlindungan yang bekerja secara otomatis.

Baca juga: One Way Nasional Masih Berlaku, One Way Lokal Semarang Dihentikan

Menurut Mahaendra Gofar, pendiri EVSafe Indonesia, kondisi tersebut umumnya terjadi karena sistem Battery Management System (BMS) sedang aktif membatasi kinerja kendaraan demi menjaga suhu baterai tetap aman.

“BMS itu akan mendeteksi kalau baterai mulai panas, baik saat mobil dipakai ngebut atau ketika sedang diisi daya. Kalau temperaturnya naik, sistem akan langsung membatasi output supaya tidak terjadi kerusakan,” kata Mahaendra di Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, panas pada baterai merupakan hal yang wajar, terutama saat kendaraan membutuhkan daya besar dari motor listrik.

Impresi awal test drive mobil listrik Geely EX2Kompas.com/Donny Impresi awal test drive mobil listrik Geely EX2

Situasi ini mirip dengan ponsel yang terasa hangat saat digunakan untuk aktivitas berat seperti merekam video atau bermain gim dalam waktu lama.

Ketika suhu meningkat, BMS akan mengambil langkah proteksi, salah satunya dengan membatasi daya yang disalurkan ke motor listrik.

Akibatnya, performa kendaraan terasa menurun karena tidak lagi menerima suplai tenaga maksimal.

Baca juga: One Way Lokal Tol Semarang Masih Berlaku, Lalin Lancar

Bahkan dalam kondisi tertentu, sistem akan mengaktifkan mode darurat yang dikenal sebagai turtle mode. Pada fase ini, tenaga motor listrik bisa dipangkas drastis hingga sekitar 10 persen dari kemampuan normal, yang ditandai dengan munculnya ikon kura-kura di panel instrumen.

Tak hanya saat digunakan, pembatasan ini juga bisa terjadi ketika proses pengisian daya berlangsung, terutama saat menggunakan fast charging. Jika suhu baterai mendekati ambang batas, sekitar 60 derajat Celsius, sistem akan otomatis menurunkan arus listrik yang masuk, bahkan bisa menghentikan sementara proses pengisian.

Selain membatasi daya, BMS juga mengaktifkan sistem pendingin baterai untuk menurunkan suhu.

Umumnya, mobil listrik modern sudah dilengkapi kompresor yang berfungsi menjaga temperatur baterai tetap stabil agar performa dan keamanannya terjaga.

Dengan demikian, penurunan performa secara tiba-tiba bukan selalu menandakan kerusakan.

Kondisi ini bisa menjadi indikator bahwa sistem keamanan kendaraan bekerja optimal untuk melindungi komponen utama mobil listrik dari risiko panas berlebih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau