Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemudik Bus AKAP Belum Capai Puncak pada Lebaran 2026

Kompas.com, 21 Maret 2026, 15:21 WIB
Dio Dananjaya,
Stanly Ravel

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pergerakan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada Lebaran 2026, terpantau belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat, aktivitas di sejumlah terminal utama justru masih cenderung landai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, jumlah penumpang di tujuh terminal utama di Jakarta belum mengalami peningkatan berarti.

Baca juga: Pengalaman Mudik Naik Mobil Listrik: Lebih Irit atau Lebih Ribet?

Sejumlah pemudik menunggu bus yang mereka tumpangi tiba di Terminal Kampung Rambutan, Senin (9/3/2026).Febryan Kevin/Kompas.com Sejumlah pemudik menunggu bus yang mereka tumpangi tiba di Terminal Kampung Rambutan, Senin (9/3/2026).

Tercatat, total penumpang yang tiba mencapai 1.127 orang dengan 311 kendaraan, sementara penumpang berangkat sebanyak 2.641 orang dengan 236 kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa aktivitas pergerakan penumpang paling terlihat di dua terminal besar.

“Aktivitas tertinggi terlihat di Terminal Terpadu Pulo Gebang dan Kampung Rambutan, yang menjadi titik utama pergerakan penumpang,” ujar Syafrin, dalam keterangan tertulis (20/3/2026).

Baca juga: Catat, 24 Maret 2026 Diprediksi Jadi Puncak Arus Balik Lebaran

Masyarakat yang hendak berangkat ke kota tujuan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2022).kompas.com / Nabilla Ramadhian Masyarakat yang hendak berangkat ke kota tujuan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2022).

Jika dilihat secara kumulatif selama periode 13 hingga 19 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 21.707 orang, sedangkan penumpang yang berangkat mencapai 92.917 orang.

Meski angka ini cukup besar, tren pergerakannya masih menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Syafrin menjelaskan, dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025, terjadi penurunan jumlah penumpang baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Km 290 Tol Pejagan-Pemalang: Kantuk Bisa Berujung Fatal

Bus AKAP Terminal Jatijajar, DepokKOMPAS.com/ JANLIKA PUTRI Bus AKAP Terminal Jatijajar, Depok

Penurunan tersebut masing-masing sebesar 5,70 persen untuk kedatangan dan 3,40 persen untuk keberangkatan.

“Secara total, penurunan penumpang tercatat sebesar 3,85 persen dibandingkan dengan periode 2025. Dishub DKI Jakarta terus memantau pergerakan ini sehubungan dengan puncak arus mudik Lebaran,” kata dia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski periode mudik telah berlangsung, pergerakan penumpang bus AKAP belum mencapai puncaknya.

Dishub DKI Jakarta pun masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang pada hari-hari berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau