Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganti Oli Mesin: Ikuti Jarak Tempuh atau Waktu?

Kompas.com, 31 Maret 2026, 10:31 WIB
Stanly Ravel

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengecekan kesehatan mesin mobil penting untuk dilakukan. Karena itu, pemilik kendaraan perlu rutin melakukan perawatan secara berkala guna memastikan kondisinya tetap optimal.

Dari berbagai ritual perawatan mobil, penggantian pelumas, dalam hal ini oli mesin, menjadi hal yang tak bisa ditawar. Pasalnya, komponen ini berkaitan erat dengan kinerja berbagai bagian di dalam mesin.

Meski demikian, tak sedikit pemilik mobil yang masih bingung menentukan patokan waktu penggantian oli mesin. Ada yang mengacu pada jarak tempuh, ada juga yang berdasarkan waktu.

Baca juga: Update Arus Balik: 86 Persen Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Lantas, mana yang sebaiknya digunakan? Apakah mengandalkan waktu atau jarak tempuh kendaraan?

Ganti oli mesin mobilCastrol Ganti oli mesin mobil

Antara Waktu dan Jarak

Menjawab hal ini, Brahma Putra Mahayan, Technical Specialist Pertamina Lubricants menjelaskan, kedua patokan tersebut memang menjadi dasar umum yang dianjurkan oleh pabrikan kendaraan.

Artinya, tidak ada yang salah jika pemilik mobil mengandalkan keduanya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah mana yang lebih dulu tercapai.

"Kalau mengikuti rekomendasi dari Original Equipment Manufacturer (OEM), biasanya menggunakan keduanya. Tinggal melihat mana yang tercapai lebih dulu saja. Sebaiknya mengikuti anjuran dari pembuat kendaraan," ujar Brahma kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 7 Komponen Mobil yang Wajib Dicek Usai Mudik

Bila dari segi waktu sudah harus diganti, sebaiknya jangan ditunda. Demikian juga dari segi jarak tempuh, meski belum memasuki waktu pergantian, tetapi angka odometer sudah melewati batas, maka oli mesin tetap harus diganti.

Ilustrasi bengkel mobil di diler Honda MegatamaIstimewa Ilustrasi bengkel mobil di diler Honda Megatama

Contoh, anjuran penggantian oli mesin mobil dilakukan setiap 10.000 kilometer (km) atau enam bulan. Namun, karena penggunaan di dalam kota, untuk mencapai jarak tersebut biasanya membutuhkan waktu lebih lama.

Dengan demikian, pemilik mobil sebaiknya berpatokan pada waktu dan rutin mengganti oli setiap enam bulan sekali.

Pasalnya, meski digunakan di dalam kota, kendaraan kerap menghadapi kondisi jalan padat, stop and go, serta faktor eksternal lain yang membuat kerja oli menjadi lebih berat dalam melindungi komponen mesin.

Jarang Gerak

Hal ini juga berlaku bagi mobil yang jarang digunakan atau lebih sering "terparkir" di garasi. Bukan berarti karena jarang digunakan, oli mesin tidak perlu diganti secara rutin.

Menurut Brahma, proses degradasi tetap terjadi dan memengaruhi kualitas oli. Kondisi tersebut juga berdampak pada kinerja mesin dan performanya.

Baca juga: Telat Ganti Oli Transmisi Bisa Bikin Mobil Matik Kurang Responsif

Ilustrasi pengecekan oli mesin mobil Auto2000Auto2000 Ilustrasi pengecekan oli mesin mobil Auto2000

"Meski tidak digunakan, oli di dalam carter atau mesin tetap mengalami proses oksidasi yang dipicu oleh oksigen, air, dan logam-logam keausan (Fe, Cu, Cr, dan lainnya) yang berfungsi sebagai katalis serta dapat mempercepat proses penuaan oli," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau