Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekspor Mobil Honda ke Filipina

Kompas.com, 1 April 2026, 10:22 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Filipina mulai menjadi perhatian, terutama di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan terkait dampaknya terhadap industri otomotif, termasuk aktivitas ekspor kendaraan dari Indonesia ke negara tersebut.

Menanggapi hal itu, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy memastikan, hingga saat ini ekspor mobil Honda ke Filipina masih berjalan normal.

“Masih normal kita ekspor ke Filipina, tapi terkait konflik di Timur Tengah itu, kita masih pelajari benar-benar dan kita terus monitor seperti apa,” ujar Billy, saat ditemui di Jakarta Utara, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Masyarakat Jangan Dibebani Kenaikan Tarif Angkutan Umum

Ia menambahkan, pihaknya masih terus mencermati perkembangan situasi global, terutama dampak dari konflik yang berpotensi memengaruhi distribusi energi dan kondisi pasar otomotif di berbagai negara.

Meski begitu, Honda tetap menjaga target ekspor yang telah ditetapkan.

Booth Honda kompas.com/nanda Booth Honda

“Target ekspor 17.000 unit. Ada 35 negara (tujuan ekspor Honda),” kata Billy.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2025 Honda berhasil mencatat angka ekspor secara CBU sebanyak 17.126 unit.

Baca juga: Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi, Ini Aturannya

Sementara di tahun 2024 tercatat 15.757 unit.

Filipina sendiri menjadi salah satu pasar tujuan ekspor kendaraan Honda dari Indonesia.

Oleh karena itu, dinamika yang terjadi di negara tersebut, termasuk isu ketersediaan BBM, turut menjadi perhatian pabrikan.

Namun untuk saat ini, belum ada penyesuaian strategi secara signifikan, mengingat kondisi pasar masih dalam tahap pemantauan.

Di tengah ketidakpastian global, produsen otomotif memang dituntut untuk lebih adaptif, terutama dalam menjaga stabilitas distribusi dan permintaan di pasar ekspor.

Honda pun menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi, sekaligus menyiapkan langkah strategis jika diperlukan ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau