Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala Keracunan pada Kucing dan Apa yang Harus Dilakukan

Kompas.com, 20 November 2021, 20:38 WIB
Dian Reinis Kumampung

Penulis

Sumber My Animals
  • Peningkatan air liur
  • Batuk dan bersin
  • Busa di sekitar mulut mereka
  • Sulit bernafas
  • Muntah dan diare berulang
  • Hewan itu tampak tertekan dan tidak tertarik pada hal-hal yang biasanya mereka minati
  • Kejang dan tremor
  • Baca juga: 5 Tips Mencari Kucing Hilang agar Segera Kembali ke Rumah

    Setelah kamu mendeteksi keracunan pada kucing, langkah kedua adalah mengenali zat yang tertelan.

    Artinya, coba kenali racunnya. Selanjutnya, pindahkan dan tempatkan hewan di area yang berventilasi baik di mana tidak ada tempat untuk bersembunyi. Ini akan membantumu menjaga kucing di bawah pengawasan di rumah.

    Setelah kamu menemukan zat tersebut dan yakin itu mungkin penyebabnya, kamu harus tenang dan tidak menularkan kecemasan kepada kucing.

    Tidak disarankan untuk mengobati hewan kecuali dokter hewan secara khusus menyarankan untuk melakukannya. Beberapa obat dapat memperburuk kasus keracunan kucing.

    Secara umum, jangan memaksakan muntah pada hewan karena ada beberapa asam beracun yang dapat merusak lebih banyak jika mereka kembali melalui kerongkongan.

    Zat seperti produk minyak bumi (bensin, korek api, minyak tanah), deterjen dan bahkan karat rumah tangga.

    Keracunan dapat menyebabkan muntah jika kucing sudah menelan bahan beracun lebih dari 2 jam sebelumnya.

    Tetapi hanya jika mereka terjaga dan dapat menelan penawarnya. Namun, kamu harus yakin bahwa mereka sebenarnya telah menelan zat beracun.

    Lakukan pemeriksaan pada kucing

    Kamu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kulit mereka, karena hal ini adalah bekal jika dokter hewan bertanya gejala apa yang dialami oleh kucing milikmu. 

    Jika perlu, catat jam dan juga gejala apapun yang muncul.

    Jenis-jenis keracunan pada kucing

    1. Arsenik

    Arsenik adalah bahan umum dalam pestisida, racun tikus, insektisida, dan lain-lain. Gejala keracunan arsenik pada kucing dapat berupa diare, depresi, lesu, dan lemas. Jika ini masalahnya, maka segera bawa kucing ke dokter hewan terdekat dan terus awasi mereka.

    2. Sabun dan deterjen

    Gejala ini biasanya tidak terlalu serius. Misalnya, muntah, pusing, dan diare adalah yang paling sering. Sedangkan untuk pengobatannya, kucing harus banyak minum cairan, terutama susu atau air.

    Namun untuk memastikan kondisi kucing, bawalah Si Meong ke klinik hewan dan ceritakan apa yang dialami kucing.

    Baca juga: Tips agar Kucing Tenang saat Mandi

    3. Klorin

    Klorin hadir dalam banyak produk, misalnya, pembersih industri, bak air panas, kolam renang, produk pembersih rumah, dan lain-lain.

    Halaman:


    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
    QR Code Kompas.com
    Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Komentar
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau