Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wajib Tahu, Ini Tanda-tanda Kucing Bahagia dan Tidak Nyaman

Kompas.com, 8 Februari 2022, 23:17 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Cuteness

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang sangat disukai banyak orang. Selain tampilannya yang menggemaskan, kucing juga memiliki tingkah laku lucu yang sering membuat pemilik tertawa dan semakin mencintainya.

Akan tetapi, terkadang beberapa pemilik kucing keliru menunjukkan rasa cintanya pada sahabat bulu.  

Baca juga: 3 Makna di Balik Kucing Saling Menjilati Satu Sama Lain

Dilansir dari Cuteness, Selasa (8/2/2022), terkadang beberapa pemilik kucing menganggap tindakan yang dilakukannya sebagai rasa sayang atau hal lucu, tapi hal itu justru membuat kucing tidak nyaman. 

Hal ini dapat merusak hubungan pemilik dengan kucing peliharaan serta kepercayaan kucing kepada orang lain. Karena itu, memahami bahasa tubuh kucing menjadi kunci untuk memperlakukan kucing peliharaan lebih baik.

Kucing mengomunikasikan kenyamanan, kesenangan, dan ketidaksenangannya melalui bahasa tubuh sehingga penting bagi pemilik kucing memahaminya.  

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Bau Kucing dari Dalam Rumah

Tanda-tanda kucing bahagia 

Ilustrasi kucingUnsplash/Piotr Musio? Ilustrasi kucing
Kucing banyak berkomunikasi tentang apa yang dirasakan dengan telinganya. Saat telinga tegak dan menghadap ke depan, ini menunjukkan pertanda baik bahwa kucing sedang santai dan menikmati apa yang diakukannya.

Tanda lain yang menunjukkan kucing senang adalah berkedip secara perlahan. Sebuah studi ilmiah menunjukkan bahwa ekspresi wajah ini kucing sebagaimana mata manusia yang cenderung menyipit ketika tersenyum.

Selain itu, suara dengkuran kucing juga menandakan hal baik bahwa kucing peliharaan bahagia. Namun, makna di balik dengkuran kucing ini bisa lebih sulit dipahami.

Di sisi lain, dengkuran bisa menjadi pertanda bahwa kucing sedang stres, kesakitan, dan mencoba menenangkan diri. 

Baca juga: Bulu Kucing Berubah Warna, Apa Penyebabnya? 

Tanda-tanda kucing tidak nyaman

Ilustrasi kucing. PIXABAY/MERMAIDTOON Ilustrasi kucing.
Kucing tidak dapat berbicara, tetapi pandai mengomunikasikan hal-hal yang membuatnya kesal.

Untuk mengomunikasikan ketidaksenangan atau kecemasan, kucing sering bersuara seperti mengeong, mendesis, atau menggeram ketika tidak nyaman, tidak suka, atau stres dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya. 

Dalam kondisi ini, kucing akan sering menegang dan meratakan tubuhnya dengan kaki di bawahnya. Namun, beberapa kucing merespons stres atau ketidaknyamanan dengan menjadi gelisah, berlari ke bagian lain rumah, bahkan bersembunyi. 

Baca juga: 5 Tanda Kucing Membutuhkan Lebih Banyak Waktu Bermain

Jika Anda melakukan sesuatu yang tidak disukai sahabat bulu, kucing akan tampak menarik diri dan mencoba melarikan diri dari interaksi yang tidak menyenangkan dengan pergi ke belakang furnitur atau mencoba memanjat area yang tinggi .

Kucing yang khawatir sering kali membuka matanya lebar-lebar dan meratakan telinganya. Ketika sangat stres dan kesal, kucing bahkan bernapas melalui mulut yang merupakan tanda tekanan emosional yang ekstrem.

Nah, berikut hal-hal yang dilakukan pemilik yang tidak disukai kucing peliharaan. 

Baca juga: 3 Pemahaman Keliru Dalam Merawat Kucing yang Sering Dianggap Benar

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau