Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Kucing Suka Dielus di Bagian Kepalanya? Ternyata Ini Alasannya

Kompas.com, 28 Februari 2022, 17:25 WIB
Abdul Haris Maulana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika memelihara seekor kucing, kamu pasti suka mengelus-ngelus tubuhnya yang dipenuhi bulu.

Saat dielus, kucing biasanya akan merasa nyaman dan rileks, terlebih saat bagian kepalanya yang dielus.

Terkait hal ini, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kucing suka dielus pada bagian kepalanya? Apakah itu bagian terbaik untuk dielus?

Baca juga: Ketahui, Ini 4 Hal yang Membuat Kucing Saling Menampar Satu Sama Lain

Dilansir beberapa sumber, Senin (28/2/2022), pada artikel ini akan dijelaskan mengenai alasan kucing suka dielus di bagian kepalanya.

Ilustrasi kucing, mengelus kucing pada bagian lehernyaSHUTTERSTOCK/RAIZA AZKARIL HAFIZH Ilustrasi kucing, mengelus kucing pada bagian lehernya
Bentuk perhatian

Saat kamu mengelus atau membelai kepalanya, ternyata kucing mengartikan hal tersebut sebagai bentuk perhatian darimu.

Ketika kamu mengelus kepala kucingmu, itu mengingatkan kucingmu pada induknya yang selalu menjilati bagian kepalanya saat masih kecil.

Baca juga: Mengapa Kucing Tidak Suka saat Perutnya Dielus atau Dipegang?

Nicholas Dodman, seorang Profesor dari Tufts University, mengatakan bahwa seekor kucing akan selalu menganggap pemiliknya yang selalu mengelusnya setiap saat sebagai induknya.

Sebab, mengelus kepala adalah perilaku yang biasa dilakukan oleh induk kucing kepada anaknya saat masih kecil.

Rutinitas perawatan

Selain itu, kucing menganggap elusan atau belaian di kepala, pipi, atau dagu mereka sebagai rutinitas perawatan.

Baca juga: Pentingnya Mengelus Anjing Sebelum Ditinggal Sendiri di Rumah

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau