Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Mampet, Hindari Membuang 10 Hal Ini ke Dalam Kloset

Kompas.com, 4 Maret 2022, 11:35 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagian rumah tidak memiliki tempat sampah di dalam kamar mandi. Tak jarang, hal ini membuat beberapa membuang benda atau sampah tertentu ke dalam kloset.

Mereka beranggapan benda tersebut dapat terurai dengan alami. Padahal, membuang sesuatu ke dalam kloset duduk dapat membuat saluran pembuangan menjadi bermasalah atau mampet. 

Lantas, benda apa saja yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset? Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (4/3/2022), berikut 10 hal yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset. 

Baca juga: 6 Ide Membuat Kamar Mandi Tampak Modern dan Mewah

Tisu

Ilustrasi tisu dapur. SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi tisu dapur.

Disadur dari The Pink Plumber, tisu toilet dibuat untuk larut dalam air dan tidak meninggalkan jejak. Sementara itu, tisu dapur dan tisu lainnya tidak dibuat dengan cara tersebut sehingga berisiko tersangkut di dalam saluran air.

Meski demikian, dikutip dari Better Homes & Gardens, tidak disarankan membuang tisu toilet ke kloset duduk karena bisa menyebabkan saluran mampet.

Baca juga: Trik Membuat Wangi Bola Kamper Toilet Tahan Lama

Kapas

Kapas bukat atau kapas penyeka lainnya memang cukup kecil untuk dibuang ke kloset, tapi ini tidak larut dalam air dan cenderung menumpuk di saluran.

Hubbard Plumbing di New York, Amerika Serikat (AS) menjelaskan, kapas dapat mengakibatkan penyumbatan, bahkan membuat pipa bengkok atau patah.

Pembalut

Beberapa pembalut mengklaim aman bagi kloset dan saluran pembuangan. Klaim tersebut membuat beberapa orang membuangnya ke dalam kloset duduk.

Namun, pembalut menyerap air dan mengembang, yang akhirnya menyebabkan kloset mampet.

Baca juga: Memasang Kloset Duduk, Sebaiknya Sendiri atau Pakai Jasa Profesional?

Obat 

Hampir semua obat bercitarasa pahit, terutama obat golongan antibiotik.Unsplash/Christina Victoria Hampir semua obat bercitarasa pahit, terutama obat golongan antibiotik.

Membuang obat ke dalam kloset duduk dapat membuat bahan kimianya masuk ke pasokan air setelah keluar dari fasilitas pengolahan air limbah.

Bahan kimia ini dapat mempengaruhi kualitas air sungai, kolam, danau, serta satwa liar dan tanaman yang meminum atau menyerao air tersebut.

Ditambah lagi, membuang obat ke dalam kloset duduk dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam septic tank (tangki septik) dan membuatnya rusak.

Baca juga: Cegah Penyakit, Jangan Lupa Menutup Kloset Duduk Saat Menyiram 

Minyak kelapa

Hindari membuang minyak kelapa ke wastafel dan kloset duduk karena minyak dapat mengeras saat dingin dan membuat kloset tersumbat. Karena itu, sebaiknya membuang minyak kelapa di tempat sampah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau