Penulis
Setruman yang parah dapat menyebabkan kerusakan internal pada otak, jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan.
Listrik dapat mengganggu detak jantung normal yang mengakibatkan aritmia (irama jantung abnormal) yang dapat menyebabkan kucing pingsan, atau bahkan dapat menyebabkan serangan jantung (saat jantung berhenti berdetak).
Dalam kasus terburuk, kerusakan otak, ketidaksadaran atau bahkan kematian instan dapat terjadi. Sambaran petir biasanya langsung berakibat fatal.
Kucing yang tidak sadarkan diri dan tidak bernapas akibat tersetrum perlu segera menemui dokter hewan dan harus dibawa ke dokter hewan terdekat.
Jika memungkinkan, CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation (prosedur pertolongan pertama yang sangat penting) dapat dilakukan.
Untuk melakukan ini, baringkan kucingmu ke sisi kanannya. Kemudian pegang dadanya yang berada tepat di belakang kaki depannya, satu tangan dengan jari-jarimu di bawah (di sisi kanan) dan ibu jarimu di atas (sisi kiri).
Sekarang tekan dada dengan kuat kira-kira dua kali per detik. Ini harus dilanjutkan selama perjalanan ke dokter hewan.
Baca juga: 5 Manfaat Memberikan Mainan Interaktif untuk Kucing Peliharaan
Kucing yang tersetrum perlu ke dokter hewan apabila mengalami luka bakar, merasa sakit atau kesusahan, peningkatan air liur, iritasi di tempat kontak (misalnya mengais-ngais mulut), batuk, kesulitan bernafas, kejang, dan tidak sadarkan diri.
Kucing yang mengalami sengatan listrik ringan hingga sedang dapat menunjukkan rasa sakit di tempat setruman (nyeri mulut, pincang, dll), batuk, kesulitan makan, peningkatan air liur atau bau busuk pada napasnya.
Hewan peliharaan yang menunjukkan gejala-gejala di atas harus diperiksa oleh ahli bedah hewan secepat mungkin.
Aturan emas saat kucingmu tersetrum listrik adalah jangan membahayakan dirimu sendiri.
Kucingmu memang membutuhkan bantuan darimu untuk pergi ke dokter hewan. Namun, jangan melakukan apa pun yang dapat membahayakan keselamatanmu.