Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Februari 2022, 07:13 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Jika belum terbiasa melihara kucing, mungkin kamu akan merasa kurang nyaman dengan baunya yang memenuhi rumah.

Tidak hanya itu, bau kucing di dalam rumah juga dapat mengganggu kesehatan keluarga dan membuat tamu enggan berkunjung kembali pada waktu mendatang.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Bau Anjing di Dalam Rumah

Bruce Vance, House Cleaning Technician bersertifikat di Town and Country Cleaning Services, menjelaskan bahwa bau kucing, khususnya urine kucing, sulit dihilangkan karena susunan kimiawinya.

“Urine kucing mengandung asam urat bersama dengan senyawa lainnya seperti feromon, terutama jika kucing mengklaim wilayahnya,” ujar Vance, seperti dikutip Family Handyman, Selasa (8/2/2022).

Ilustrasi kucing ketakutanSHUTTERSTOCK/Chendongshan Ilustrasi kucing ketakutan

Bahkan, saking membandelnya, produk pembersih yang ada di pasaran pun tidak bisa menghilangkan bau asam yang dapat bertahan di rumah selama bertahun-tahun.

Baca juga: Cara Membersihkan dan Menghilangkan Bau Urine Kucing pada Pakaian

Tidak hanya itu, urine kucing juga mengandung urea—senyawa berbeda yang tercipta saat protein dipecah. 

Urea tidak berbau, tetapi seiring berjalannya waktu, urea akan terurai menjadi amonia yang memiliki bau sangat kuat. Karena itu, urine kucing cenderung berbau lebih buruk dari waktu ke waktu.

Selain urine kucing, hal lain yang dapat membuat rumah memiliki bau kucing adalah bulu kucing, muntahan, rontokan kulit kering, dan kotoran.

Lantas, apakah ada cara menghilangkan bau kucing di dalam rumah? 

Baca juga: 5 Tanda Kucing Membutuhkan Lebih Banyak Waktu Bermain

Cara menghilangkan bau kucing di rumah

  • Pakai penyedot debu dan sabun cuci

Ilustrasi kucing bergulungUNSPLASH/Ludemeula Fernandes Ilustrasi kucing bergulung

Dokter hewan, Chyrle Bonk, mengatakan penyedot debu dapat digunakan untuk membantu menghilangkan bau dari bulu dan rontokan kulit kering kucing.  

Jika kucing merontokkan bulunya (shedding), bersihkan rumah setidaknya seminggu sekali. Pastikan segera mengosongkan kantung penyedot debu agar baunya tidak bertahan.

Selanjutnya, cuci kasur atau selimut kucing secara berkala untuk membantu mengendalikan baunya sembari menghilangkan rambut dan rontokan kulit yang ada.

Baca juga: Punya Kucing Penakut? Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Berani

  • Baking soda

Menurut Vance, baking soda dapat menetralisir sifat asam seperti asam urat pada urine kucing. Caranya, taburkan baking soda pada area yang terkena urine kucing.

Diamkan taburan baking soda selama 15-30 menit, tergantung keparahan baunya, lalu segera dibersihkan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau