Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Februari 2022, 07:13 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

  • Cuka putih atau cuka apel

Cuka memiliki sifat asam. Vance mengatakan cuka dapat menetralisir bakteri pada urine kucing dan mengurangi baunya.

Campurkan cuka putih atau cuka apel dan air ke dalam botol semprot dalam jumlah yang sama. Semprotkan campuran ini pada area yang terkena, lalu bersihkan pakai tisu dapur. Ulangi sampai baunya hilang.

Baca juga: 4 Cara Membuat Rumah Lebih Nyaman untuk Kucing Tua

  • Pembersih enzimatik

Ilustrasi kucing saling menjilat satu sama lain. SHUTTERSTOCK/PETI 74 Ilustrasi kucing saling menjilat satu sama lain.

Pembersih enzimatik efektif menghilangkan bau kucing lantaran dapat memecah amonia, belerang, dan senyawa lain dalam urine, muntahan, serta kotoran kucing.

Bahkan, menurut Vance, pembersih enzimatik lebih efektif menghilangkan bau kucing dibanding baking soda, cuka, dan air.

Untuk menggunakannya, ikuti petunjuk produk. Namun, secara umum, cara penggunaannya adalah menyemprotkan produk pada area yang terdampak dan diamkan selama 15-30 menit.

Setelah itu, bersihkan cairan dan gosok area tersebut sebelum dibiarkan mengering secara alami selama beberapa jam.

Baca juga: Apakah Kucing Bisa Merasa Kedinginan? Ini Penjelasannya

  • Hidrogen peroksida

Cara lain yang dapat digunakan adalah memanfaatkan hidrogen peroksida. Senyawa ini dapat mengoksidasi bau amonia.

Tuangkan hidrogen peroksida pada area rumah yang terkena, lalu diamkan selama lima menit, dan bersihkan atau gosok cairan.

Bau kucing masih belum hilang

Terkadang, bau kucing masih belum hilang meski sudah dibersihkan dan kamu tidak tahu dari mana asal bau kucing tersebut.

Namun, menaburkan baking soda pada beberapa area yang dicurigai, menyedot debu secara berkala, dan membersihkan lantai dengan cuka dan air dapat membantu menghilangkannya. 

Baca juga: Penyebab dan Cara Menenangkan Kucing yang Terlalu Aktif di Malam Hari

Apabila cara-cara tersebut sudah dilakukan dan rumah tetap bau kucing, cobalah minta bantuan dari pembersih profesional.

“Pada kasus ekstrem, bau kucing menempel pada furnitur, bahkan tembok ruangan. Mungkin kamu perlu membawa seorang profesional untuk mengatasinya,” pungkas Vance.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau