Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 5 Maret 2022, 20:35 WIB
Aniza Pratiwi,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Talenan kayu sudah menjadi perlengkapan memasak yang sering digunakan di banyak dapur. Selain daya tahannya, talenan kayu banyak dipilih karena estetika yang indah.

Tetapi, karena kayu menahan air lebih banyak daripada talenan plastik, papan ini juga cenderung menyerap bau yang sangat kuat dan membuat kuman akhirnya berkumpul di talenan jenis ini.

Dilansir dari Mind Body Green, Sabtu (5/3/2022), talenan kayu telah menjadi dapur siaga selama berabad-abad, disukai oleh koki rumahan dan koki profesional karena daya tahan dan estetika yang indah.

Baca juga: Cara Membersihkan Talenan Kayu dengan Lemon dan Garam Kosher

Ilustrasi talenan kayu.SHUTTERSTOCK/EVGENY KARANDAEV Ilustrasi talenan kayu.

Tarek Alame dan Tiffany Yu, salah satu pendiri perusahaan talenan Sonder LA yang berbasis di California, memberikan tips untuk merawat talenan kayu Anda. 

Hindari pisau bergerigi

Pisau bergerigi, seperti yang Anda gunakan untuk memotong roti, akan sangat membebani talenan kayu.

"Desain tepi bergerigi mirip dengan gergaji, yang secara khusus dirancang, dapat memotong kayu sangat dalam, merobek serat kayu," kata Alame dan Yu.

Jika Anda akan menggunakan pisau bergerigi, gunakan talenan plastik yang lebih murah. 

Baca juga: Cara Membersihkan dan Menghilangkan Bau pada Talenan Secara Alami

Selalu cuci kedua sisi papan

Karena papan kayu akan menyerap air, Anda harus mencuci kedua sisinya, jelas Alame dan Yu, bahkan jika Anda hanya memotong di satu sisi.

"Ini akan memungkinkan penyerapan air yang merata, yang menjaga serat kayu lebih menetap," jelas mereka.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau