Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meletakkan Ampas Kopi di Dalam Kulkas Dapat Menghilangkan Bau

Kompas.com, 18 Juli 2025, 18:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Ampas kopi memiliki kemampuan menyerap dan menghilangkan bau tidak sedap. 

Tak heran, ampas kopi banyak digunakan sebagai trik pembersihan rumah alih-alih membuangnya ke tempat sampah setelah dikonsumsi. 

Baca juga: Stop Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Ini Bahayanya!

Biasanya, hal yang banyak dilakukan pemilik rumah adalah meletakkan ampas kopi di dalam kulkas untuk menghilangkan bau.

Namun, apakah taktik ini benar-benar berhasil atau adakah cara lebih baik mengatasi kulkas berbau?

Sofia Martinez, ahli kebersihan dan pendiri serta CEO Sparkly Maid Austin, menjelaskan ampas kopi sangat baik dalam menyerap kelembapan dan memerangkap bau tak sedap karena sifatnya yang berpori-pori.

"Bubuk kopi memiliki celah-celah kecil yang menyerap bau tak sedap dan tidak hanya menutupinya dengan aroma baru," kata Martinez.

Ini adalah metode yang tidak mengganggu dan organik untuk menyegarkan kulkas tanpa menggunakan produk atau semprotan kimia apa pun. 

Baca juga: Jangan Dibuang, Ini Menggunakan Ampas Kopi di Kebun

Cara kerja ampas kopi 

Ilustrasi kulkas.Shutterstock/New Africa Ilustrasi kulkas.
Armando Calderon, pemilik Joy's Cleaning Services, menjelaskan ampas kopi secara alami bersifat menyerap bau dan penuh dengan nitrogen, yang membantu menetralisir molekul bau, bukan hanya menutupinya.

"Tidak seperti baking soda yang murni menyerap, ampas kopi memiliki aroma tanah yang dapat menyegarkan kulkas secara halus sekaligus menyerap bau tak sedap," jelas Calderon.

Martinez merekomendasikan meletakkan ampas kopi di dalam kulkas menggunakan wadah kecil yang terbuka atau mangkuk dangkal, lalu letakkan di bagian belakang kulkas agar tidak terbentur.

Hal ini akan memungkinkannya untuk tetap memiliki sirkulasi udara yang cukup di sekitarnya.

"Jika kulkas lebih besar atau sangat bau, kamu dapat menempatkan beberapa wadah kecil pada tingkat berbeda di rak untuk membantunya bekerja lebih baik dan merata," ujar Martinez.

Calderon setuju dan menyarankan meletakkan ampas kopi di rak jika cukup aman agar tidak terbentur. 

Baca juga: Benarkah Ampas Kopi Bisa Mengusir Siput di Kebun? 

Cara menggunakan ampas kopi di kulkas 

  • Keringkan ampas kopi

Calderon menekankan pentingnya mengeringkan ampas kopi sepenuhnya sebelum memasukkannya ke kulkas karena bubuk kopi yang basah bisa menimbulkan jamur dan lebih banyak masalah yang harus dihadapi. 

  • Gunakan tisu dapur

Selanjutnya, cara menggunakan ampas kopi di kulkas adalah menggunakan tisu dapur. Martinez menyarankan menggunakan beberapa tisu dapur untuk menyebarkan ampas kopi sebelum ke dalam kulkas agar residu yang ada mengering.

  • Ganti ampas kopi 

 Ingatlah mengganti mangkuk ampas kopi setiap dua hingga tiga minggu, bahkan lebih cepat jika mulai mencium bau lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau