Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Hewan Bagikan 5 Tips agar Bulu Kucing Berkilau dan Tidak Rontok

Kompas.com, 28 Juli 2025, 20:04 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Kerontokan bulu pada kucing bisa menjadi masalah, terutama jika terus-menerus terjadi hingga menyebabkan kebotakan.

Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ada beberapa hal bisa dilakukan untuk mencegah kerontokan dan membuat bulu kucing lebih sehat dan berkilau.

Tips agar bulu kucing berkilau dan tidak rontok 

Ilustrasi kucing Maine coon dengan bulu yang indah.Unsplash/kanashi Ilustrasi kucing Maine coon dengan bulu yang indah.

Menurut drh. Prananda Eka Rifki, dokter hewan sekaligus pemilik Klinik Hewan Zoom Vet Team, Bandung, menyisir bulu kucing secara rutin sangat berpengaruh untuk mencegah kerontokan.

Baca juga: Haruskah Menyisir Bulu Kucing Setiap Hari? Ini Kata Dokter Hewan

Namun, di samping itu, drh. Prananda mengungkapkan, ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk membuat bulu kucing lebih sehat, yakni:

  • Pilih pakan dengan nutrisi yang tepat.
  • Rutin grooming sekitar 2-4 minggu sekali untuk kucing bulu panjang dan 1 bulan sekali untuk kucing bulu pendek
  • Rutin menyisir bulu kucing yang panjang setiap hari.
  • Rutin memberikan obat cacing, obat antikutu, dan vaksin rutin sesuai anjuran dokter hewan.
  • Minimalisir stres.

Bulu kucing yang rontok, sebenarnya, bisa jadi hal yang wajar untuk kondisi tertentu.

Baca juga: Penyebab Bulu Kucing Rontok Menurut Dokter Hewan, Bisa karena Rasnya

"Untuk beberapa situasi, ras dan kondisi, kerontokan rambut termasuk normal dalam jumlah yang wajar. Misal, saat cuaca panas pada kucing berambut panjang (long hair), bulunya akan rontok lebih banyak," kata drh. Prananda kepada Kompas.com, Minggu (27/7/2025).

Namun, kerontokan bulu kucing dianggap sebagai masalah jika sampai menyebabkan kebotakan, kulit memerah, mengganggu aktifitas harian hingga menurunkan nafsu makan dan kelincahan bermain.

"Atau jika kerontokan rambut terjadi berlebihan dalam waktu kurang dari 3 bulan," ujarnya.
Baca juga: Apakah Kucing Maine Coon Hipoalergenik? Ini Faktanya

Apakah suplemen bisa mencegah bulu kucing rontok?

Ilustrasi suplemen.Unsplash/Freestocks Ilustrasi suplemen.

Saat ini, banyak suplemen khusus kucing untuk mencegah kerontokan dan membuat bulu tampak lebih indah. 

Menurut drh. Prananda, suplemen semacam itu bisa dikonsumsi, asalkan terdaftar resmi di lembaga yang berwenang.

"Selama suplemen terdaftar di Kementan atau lembaga pengawas obat dari negara asal suplemen (untuk suplemen impor), bisa digunakan karena bukan hanya produknya, namun efektifitas penggunaannya bergantung pada keteraturan pemakaian, dosis. dan faktor lain nya," jelasnya.

Baca juga: Alasan Kucing Liar Sering Datang ke Rumah dan Cara Menghadapinya

Meski demikian, drh. Prananda mengingatkan agar pemberian suplemen disesuaikan dengan saran dari dokter hewan. 

Apa penyebab bulu kucing mudah rontok?

Ilustrasi bulu kucing botak karena ring worm yang disebabkan jamur. SHUTTERSTOCK/NATALIIA DVUKHIMENNA Ilustrasi bulu kucing botak karena ring worm yang disebabkan jamur.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan bulu kucing rontok hingga botak. Menurut drh. Prananda, parasit dan jamur merupakan beberapa faktor yang umum menyebabkan kerontokan pada kucing.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau