Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 2 Maret 2026, 07:07 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Penumpukan embun beku dan pendinginan yang tidak merata di kulkas dapat menyebabkan makanan membusuk.

Karena itu, penting mengetahui kapan perlu mencairkan embun beku di kulkas dan bagaimana melakukannya ketika saatnya tiba. Prosesnya mirip dengan mencairkan penumpukan es di freezer

Baca juga: 4 Tips Menyimpan Stroberi di Kulkas agar Tidak Cepat Lembek dan Busuk

"Untungnya, sebagian besar kulkas di pasaran saat ini memiliki fitur pencairan es otomatis dan seharusnya tidak perlu dicairkan," jelas Glenn Lewis, pakar peralatan rumah tangga di Mr. Appliance--sebuah perusahaan perlengkapan rumah tangga asal Amerika Serikat (AS). 

Namun, jika kulkas mengalami penumpukan bunga es, baik karena salah memperkirakan suhu ideal kulkas maupun sering membuka pintu, hal itu dapat mengurangi efisiensi pendinginan serta menghalangi aliran udara, yang menyebabkan pendinginan tidak merata dan makanan cepat busuk. 

Sebagai panduan umum, Lewis merekomendasikan mencairkan es di kulkas setelah penumpukan es melebihi seperempat inci (7 mm) atau sesuai rekomendasi pabrikan.

Nah, dikutip dari Homes and Gardens, Senin (2/3/2026), berikut cara mencairkan penumpukan bunga es di kulkas. 

Cabut steker kulkas 

Ilustrasi kulkas. Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi kulkas.
Lewis mengatakan langkah pertama adalah mencabut steker kulkas dan keluarkan semua makanan, kemudian simpan makanan yang mudah busuk di dalam kotak pendingin. 

Ini juga merupakan kesempatan bagus untuk merapikan kulkas, membuang makanan yang sudah kedaluwarsa dan memasukkannya ke kantong sampah.

Jika menemukan sesuatu yang masih layak dikonsumsi, tetapi kemungkinan besar tidak akan kamu makan sama sekali, pertimbangkan menyumbangkannya kepada tetangga, anggota keluarga, atau teman. 

Baca juga: Cara Membersihkan Kolong Kulkas Tanpa Menggesernya 

Siapkan dapur 

Selanjutnya, cara mencairkan penumpukan bunga es di kulkas adalah menyiapkan dapur. Setelah kulkas dimatikan, es yang menumpuk akan mulai mencair dengan cepat.

Lewis menyarankan, meletakkan handuk di sekeliling dan di dalam kulkas untuk menampung air dari es yang mencair untuk menghindari pembersihan lantai dapur secara menyeluruh setelahnya.

Kamu juga dapat menggunakan tisu dapur atau jika ingin berhemat dan berkelanjutan di rumah, gunakan koran bekas. 

Jika menggunakan pilihan yang dapat digunakan kembali, penting meluangkan waktu untuk mencuci handuk atau kain mikrofiber dengan cepat di mesin cuci terbaik setelah selesai proses ini karena kamu tidak ingin membiarkannya basah dengan air yang berpotensi mengandung bakteri. Gunakan air panas untuk membasmi kuman. 

Baca juga: Cara Membersihkan Bagian Bawah Kulkas Tanpa Perlu Memindahkan 

Biarkan es mencair

Selanjutnya, biarkan es yang ada mencair sepenuhnya. Proses ini seharusnya jauh lebih cepat daripada mencairkan es di freezer tanpa mematikannya, jadi tahan godaan untuk mempercepat proses dengan menggunakan pengering rambut atau cairan penghilang es kaca mobil.

"Jangan sekali-kali memecah esnya. Cukup biarkan pintu terbuka lebar dan tunggu," saran Lewis.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau