Penulis
KOMPAS.com - Mesin cuci yang bersih seharusnya membuat pakaian harum, bukan malah meninggalkan bau apek. Sayangnya, banyak orang mengalami masalah mesin cuci berbau tidak sedap, bahkan ketika pakaian baru saja dicuci.
Padahal, penyebabnya sering kali bukan karena deterjen atau kualitas mesin, melainkan satu kebiasaan kecil yang kerap terlewat.
Jika ingin mesin cuci tidak bau, ada satu kebiasaan sederhana yang sangat efektif dan sering diremehkan, yakni membiarkan pintu mesin cuci sedikit terbuka setelah digunakan.
Setiap kali mesin cuci selesai digunakan, akan selalu ada sisa uap air di dalam tabung, karet pintu, dan laci deterjen.
Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Mesin Cuci Tidak Pernah Dibersihkan?
Jika pintu langsung ditutup rapat, kelembapan ini terperangkap di dalam mesin. Kondisi lembap inilah yang menjadi tempat favorit bakteri, jamur, dan lumut berkembang.
Dalam jangka waktu tertentu, mikroorganisme tersebut akan menghasilkan bau apek yang menyengat. Bau ini tidak hanya menempel di mesin, tetapi juga bisa berpindah ke pakaian, membuat hasil cucian terasa tidak benar-benar bersih.
Kebiasaan yang dimaksud sangat sederhana, yakni biarkan pintu mesin cuci terbuka beberapa sentimeter setelah setiap kali mencuci.
Tidak perlu dibuka lebar atau dibiarkan berjam-jam. Cukup beri celah agar udara bisa masuk dan membantu mengeringkan bagian dalam mesin secara alami.
Baca juga: Jangan Asal, Ini Waktu Terbaik Menggunakan Mesin Cuci
Sirkulasi udara ini mempercepat penguapan sisa air dan mencegah terbentuknya lingkungan lembap. Hasilnya, bakteri dan jamur tidak punya kesempatan untuk berkembang, sehingga bau tidak sedap pun bisa dicegah sejak awal.
Ya, kebiasaan ini penting baik untuk mesin cuci bukaan depan maupun bukaan atas. Namun, dampaknya paling terasa pada mesin cuci bukaan depan.
Jenis ini memiliki segel karet yang rapat untuk mencegah kebocoran air, tetapi sekaligus lebih mudah menahan kelembapan.
Mesin cuci bukaan atas memang cenderung lebih “bernapas”, tetapi tetap disarankan untuk membiarkan tutupnya terbuka setelah digunakan.
Baca juga: Berapa Lama Cucian Basah Boleh Dibiarkan di Mesin Cuci? Ini Dampaknya
Udara yang mengalir bebas akan membantu tabung mengering lebih cepat dan menjaga mesin tetap segar.
Selain membiarkan pintu terbuka, ada beberapa langkah ringan yang bisa memperkuat hasilnya.
Mengelap karet pintu dan bagian dalam mesin dengan kain kering setelah mencuci akan membantu menghilangkan sisa air yang menempel. Membersihkan laci deterjen secara rutin juga penting karena sisa sabun dapat menjadi sumber bau.
Tak kalah penting, lakukan siklus pembersihan mesin secara berkala, sekitar sebulan sekali. Gunakan air panas atau pembersih khusus mesin cuci untuk menghilangkan residu sabun, bakteri, dan endapan mineral yang tidak terlihat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang