Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Benda yang Tidak Boleh Ada di Rumah, Bisa Bawa Sial

Kompas.com, 2 Maret 2026, 10:20 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Dalam praktik feng shui, beberapa barang dipercaya menyimpan atau memancarkan energi negatif yang bisa menghambat keberuntungan, keharmonisan, bahkan kesehatan penghuni rumah. Tanpa disadari, benda-benda ini sering dibiarkan menumpuk di rumah karena dianggap sepele.

Jika rumah terasa sering tidak nyaman, mudah memicu emosi negatif, atau seperti “tidak berkembang”, bisa jadi penyebabnya berasal dari barang-barang berikut ini.

Benda yang bisa bawa sial

Ilustrasi vas bunga kaca. PIXABAY/STEFAN SCHWEIHOFER Ilustrasi vas bunga kaca.

Dilansir dari Homes and Gardens, berikut adalah beberapa benda yang dipercaya membawa sial.

Tanaman kering atau mati

Tanaman hidup melambangkan pertumbuhan, kesegaran, dan vitalitas. Namun, tanaman yang layu, kering, atau mati justru memiliki makna sebaliknya.

Baca juga: Tempat Tidur Menempel ke Dinding, Baik atau Buruk Menurut Feng Shui?

Dalam feng shui, tanaman mati dianggap sebagai simbol stagnasi, kelelahan energi, dan terhentinya perkembangan. Keberadaannya dapat menghambat aliran chi positif di dalam rumah.

Tanaman yang tidak terawat juga memengaruhi suasana psikologis penghuni. Ruangan terasa suram dan kurang hidup. 

Solusi terbaik adalah segera membuang tanaman mati dan menggantinya dengan tanaman segar yang sehat. Jika tidak sempat merawat tanaman hidup, lebih baik tidak menaruh tanaman sama sekali dibanding membiarkannya mati perlahan.

Benda pecah, retak, atau rusak

Barang pecah seperti piring retak, gelas sumbing, furnitur terkelupas, atau dekorasi rusak sering dianggap masih “bisa dipakai”. 

Baca juga: Area Terbaik Meletakkan Tanaman Bambu Keberuntungan di Rumah Menurut Feng Shui

Namun dalam feng shui, benda-benda ini melambangkan ketidaksempurnaan, konflik, dan ketidakstabilan energi. Semakin lama dibiarkan, semakin kuat simbol energi negatif yang dipancarkan.

Idealnya, barang rusak segera diperbaiki atau dikeluarkan dari rumah. Menunda perbaikan sama artinya dengan menunda perbaikan dalam aspek kehidupan lain. 

Rumah yang dipenuhi benda rusak dipercaya dapat memicu hambatan rezeki dan ketidaklancaran urusan.

Akuarium yang tidak terawat

Air adalah simbol kemakmuran dan aliran rezeki. Namun, air yang kotor, tergenang, atau jarang dibersihkan justru menciptakan energi stagnan. 

Baca juga: Area Terbaik Meletakkan Tanaman Bambu Keberuntungan di Rumah Menurut Feng Shui

Hal ini sering terjadi pada akuarium yang jarang dirawat, air mancur dalam ruangan yang mati, atau wadah air dekoratif yang dibiarkan kotor.

Alih-alih membawa keberuntungan, air yang tidak mengalir dapat menarik energi negatif dan membuat suasana rumah terasa berat.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau