Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Menyetrika Pakaian yang Bikin Cepat Kusut dan Rusak

Kompas.com, 2 Maret 2026, 18:35 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Apapun alatnya, hindari menggunakan bahan abrasif atau bahan yang dapat menggores permukaan. 

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Kerutan pada Pakaian Tanpa Setrika 

Menyetrika pada permukaan lembut atau tidak rata

Romine mengatakan menyetrika pakaian di permukaan lembut atau tidak rata tidak akan menghilangkan kerutan dengan benar, bahkan menyebabkan kain meregang. 

Sebaiknya, gunakan papan setrika yang kokoh untuk memberikan keseimbangan tepat antara kekencangan dan ketahanan panas.

Tidak menyetrika dari dalam ke luar terlebih dahulu

Sangat penting melindungi kain halus dari panas langsung setrika, tetapi banyak orang melewatkan langkah ini karena terburu-buru menghilangkan kerutan. 

Suhu setrika yang sangat panas dapat merusak kain halus. Sebagai solusi, setrika kain dari dalam ke luar untuk menjaga kain bagian depan agar tidak terkena panas pelat setrika dan melindungi kain dari kerusakan, terutama jika pakaian memiliki gambar atau sulaman.

“Balik pakaian sebelum menyetrika atau untuk perlindungan tambahan, gunakan kain penekan di antara pelat setrika dan pakaian,” kata Romine. 

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Kerutan pada Pakaian Tanpa Setrika

Menggunakan pengaturan suhu yang salah

Pengaturan suhu yang salah juga menjadi kesalahan menyetrika pakaian yang bikin cepat kusut dan rusak. 

Menyetel setrika pada suhu maksimum memang tampak menghemat waktu dan tidak masalah untuk beberapa jenis kain, misalnya katun, tetapi berisiko untuk sebagian besar bahan, seperti sutra.

Untuk mencegah kerusakan akibat suhu panas, sebaiknya periksa label pakaian dan pastikan suhu setrika sesuai dengan label tersebut. 

Selain itu, sebagian besar setrika dilengkapi dengan panduan kain atau pengaturan digital untuk mempermudah hal ini.

Jika ragu, mulailah dengan suhu lebih rendah dan uji terlebih dahulu pada area kecil yang tersembunyi di pakaian. 

Baca juga: 6 Kesalahan Menyetrika Pakaian yang Harus Dihindari, Ini Manfaatnya

Melipat pakaian yang sudah disetrika dengan segera

Terakhir, kesalahan menyetrika pakaian yang bikin cepat kusut adalah melipat pakaian yang sudah disetrika segera.

“Melipat pakaian panas yang sudah disetrika hanya akan membuat kerutan muncul kembali. Lebih baik, biarkan pakaian dingin di permukaan datar sebelum dikenakan atau dilipat untuk memastikan kainnya tetap rapi dan bebas kerutan,” kata Romine.

Pastikan menyediakan area bersih dan rata untuk pakaian yang baru disetrika. Biarkan pakaian hingga benar-benar dingin sebelum disimpan di laci.

Jika hendak digantung di lemari, gantunglah terlebih dahulu hingga dingin sebelum disimpan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau