Penulis
KOMPAS.com - Kucing calico dikenal karena pola warna bulunya yang mencolok, yaitu perpaduan warna hitam, oranye, dan putih yang muncul dalam bentuk bercak-bercak tidak beraturan.
Keunikan tampilannya membuat calico menjadi salah satu pola bulu yang paling diminati para pencinta kucing.
Namun, di balik keindahannya, muncul pertanyaan yang sering terdengar, benarkah kucing calico tidak ada yang jantan?
Jawabannya bukan sepenuhnya benar. Kucing calico jantan memang sangat jarang, tetapi tetap bisa ditemukan dalam kondisi tertentu.
Baca juga: 6 Tanaman yang Dapat Menjauhkan Kucing Liar dari Kebun
Kucing calico bukanlah nama ras, melainkan sebutan untuk pola warna bulu. Agar disebut calico, seekor kucing harus memiliki tiga warna utama, yakni hitam, oranye, dan putih.
Ketiga warna ini tidak tercampur rata, melainkan muncul sebagai bercak-bercak yang terpisah. Kucing dengan pola calico bisa ditemukan pada berbagai ras, termasuk Persia, Maine Coon, dan Manx.
Banyak yang menyamakan calico dengan tortoiseshell, padahal keduanya berbeda. Kucing tortoiseshell biasanya hanya memiliki warna hitam dan oranye yang tercampur, tanpa banyak warna putih.
Sementara itu, kucing calico memiliki lebih banyak warna putih yang menonjol di antara bercak warna lainnya.
Baca juga: 8 Ras Kucing Terpintar di Dunia, Ada Bengal dan Savannah
Ada juga variasi calico dengan warna lain, seperti krem dan abu-abu, tetapi pola genetiknya tetap serupa.
Warna bulu kucing calico ditentukan oleh gen yang terdapat pada kromosom X. Kucing betina memiliki dua kromosom X (XX), sementara kucing jantan memiliki satu kromosom X dan satu Y (XY).
Karena gen warna hitam dan oranye berada di kromosom X, kucing betina bisa mewarisi kedua warna tersebut, misalnya satu dari induk jantan dan satu dari induk betina.
Pada tahap perkembangan sel, salah satu kromosom X pada kucing betina akan dinonaktifkan secara acak di setiap sel.
Proses ini menyebabkan warna bulu yang berbeda-beda muncul di bagian tubuh yang berbeda, sehingga membentuk pola calico yang khas.
Baca juga: 7 Cara Mencegah Kucing Buang Air di Halaman Rumah
Kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X. Maka dari itu, mereka hanya bisa membawa satu gen warna, hitam atau oranye, dan tidak bisa memiliki kombinasi keduanya. Hal ini membuat kucing calico jantan menjadi sangat langka.
Meskipun sangat jarang, kucing calico jantan memang bisa ada. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik, salah satunya adalah sindrom Klinefelter.
Kucing dengan sindrom ini memiliki susunan kromosom XXY, bukan XY. Dengan dua kromosom X, kucing jantan tersebut bisa membawa dua gen warna dan menampilkan pola calico.
Namun, kondisi ini sangat langka, diperkirakan hanya terjadi pada satu dari tiga ribu kucing calico.
Baca juga: Jangan Sembarangan, Begini Cara Membelai Kucing yang Benar
Selain itu, ada juga kasus mutasi genetik atau mosaicisme yang memungkinkan pola calico muncul pada kucing jantan, meskipun kromosomnya tetap XY. Tapi, kasus seperti ini pun jauh lebih jarang ditemukan.
Sebagian besar kucing calico jantan yang lahir dari kondisi seperti ini juga mengalami kemandulan, sehingga tidak bisa berkembang biak seperti kucing jantan pada umumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang