Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Maret 2026, 22:38 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Kucing calico dikenal karena pola warna bulunya yang mencolok, yaitu perpaduan warna hitam, oranye, dan putih yang muncul dalam bentuk bercak-bercak tidak beraturan. 

Keunikan tampilannya membuat calico menjadi salah satu pola bulu yang paling diminati para pencinta kucing

Namun, di balik keindahannya, muncul pertanyaan yang sering terdengar, benarkah kucing calico tidak ada yang jantan?

Jawabannya bukan sepenuhnya benar. Kucing calico jantan memang sangat jarang, tetapi tetap bisa ditemukan dalam kondisi tertentu. 

Baca juga: 6 Tanaman yang Dapat Menjauhkan Kucing Liar dari Kebun

Apa itu kucing calico?

Kucing calico bukanlah nama ras, melainkan sebutan untuk pola warna bulu. Agar disebut calico, seekor kucing harus memiliki tiga warna utama, yakni hitam, oranye, dan putih. 

Ketiga warna ini tidak tercampur rata, melainkan muncul sebagai bercak-bercak yang terpisah. Kucing dengan pola calico bisa ditemukan pada berbagai ras, termasuk Persia, Maine Coon, dan Manx.

Banyak yang menyamakan calico dengan tortoiseshell, padahal keduanya berbeda. Kucing tortoiseshell biasanya hanya memiliki warna hitam dan oranye yang tercampur, tanpa banyak warna putih. 

Sementara itu, kucing calico memiliki lebih banyak warna putih yang menonjol di antara bercak warna lainnya. 

Baca juga: 8 Ras Kucing Terpintar di Dunia, Ada Bengal dan Savannah

Ada juga variasi calico dengan warna lain, seperti krem dan abu-abu, tetapi pola genetiknya tetap serupa.

Mengapa kucing calico hampir selalu betina?

Warna bulu kucing calico ditentukan oleh gen yang terdapat pada kromosom X. Kucing betina memiliki dua kromosom X (XX), sementara kucing jantan memiliki satu kromosom X dan satu Y (XY). 

Karena gen warna hitam dan oranye berada di kromosom X, kucing betina bisa mewarisi kedua warna tersebut, misalnya satu dari induk jantan dan satu dari induk betina.

Pada tahap perkembangan sel, salah satu kromosom X pada kucing betina akan dinonaktifkan secara acak di setiap sel. 

Proses ini menyebabkan warna bulu yang berbeda-beda muncul di bagian tubuh yang berbeda, sehingga membentuk pola calico yang khas.

Baca juga: 7 Cara Mencegah Kucing Buang Air di Halaman Rumah

Kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X. Maka dari itu, mereka hanya bisa membawa satu gen warna, hitam atau oranye, dan tidak bisa memiliki kombinasi keduanya. Hal ini membuat kucing calico jantan menjadi sangat langka.

Apakah kucing calico jantan benar-benar tidak ada?

Meskipun sangat jarang, kucing calico jantan memang bisa ada. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik, salah satunya adalah sindrom Klinefelter. 

Kucing dengan sindrom ini memiliki susunan kromosom XXY, bukan XY. Dengan dua kromosom X, kucing jantan tersebut bisa membawa dua gen warna dan menampilkan pola calico. 

Namun, kondisi ini sangat langka, diperkirakan hanya terjadi pada satu dari tiga ribu kucing calico.

Baca juga: Jangan Sembarangan, Begini Cara Membelai Kucing yang Benar

Selain itu, ada juga kasus mutasi genetik atau mosaicisme yang memungkinkan pola calico muncul pada kucing jantan, meskipun kromosomnya tetap XY. Tapi, kasus seperti ini pun jauh lebih jarang ditemukan.

Sebagian besar kucing calico jantan yang lahir dari kondisi seperti ini juga mengalami kemandulan, sehingga tidak bisa berkembang biak seperti kucing jantan pada umumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau