Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Kerak yang Menumpuk pada Steamer

Kompas.com, 6 Maret 2026, 20:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Steamer (alat uap) yang jarang dibersihkan dapat mengganggu kinerjanya saat digunakan untuk menyetrika atau merapikan pakaian. 

Penumpukan mineral dari air yang digunakan terus-menerus dapat membuat uap yang dikeluarkan tidak optimal. 

Baca juga: Perbedaan Setrika dan Steamer, Mana Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?

Akibatnya, pakaian yang di-steam akan tetap terlihat kusut dan tidak rapi. Jika dibiarkan, penumpukan mineral ini juga dapat merusak steamer seiring waktu.

Karena itu, membersihkan steamer secara rutin penting dilakukan agar peralatan tetap bekerja maksimal dan pakaian bebas kusut.

Dikutip dari Real Simple (6/3/2026), berikut cara membersihkan kerak yang menumpuk pada steamer agar tetap optimal. 

Seberapa sering perlu membersihkan steamer?

Ilustrasi steamer.Shutterstock/New Africa Ilustrasi steamer.
Secara umum, waktu pembersihan steamer bergantung pada seberapa sering alat ini digunakan.

Jika digunakan setiap hari, steamer perlu dibersihkan setiap satu bulan sekali. Namun, jika hanya digunakan sesekali, bersihkan secara menyeluruh setiap selesai penggunaan agar steamer selalu siap digunakan di lain waktu.

Tanda sudah waktunya membersihkan steamer 

Membersihkan steamer perlu dilakukan rutin jika air yang digunakan adalah air keran, bukan air suling. Hal ini sir keran mengandung mineral yang dapat menumpuk di wadah air seiring waktu. 

Membiarkan air tetap berada di dalam tangki atau tidak mengosongkan tangki setiap setelah digunakan juga akan berpotensi melakukan pembersihan lebih rutin. 

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Kerutan pada Pakaian Tanpa Setrika 

Untuk lebih memudahkannya, berikut tanda-tanda yang bisa kamu perhatikan sebelum membersihkan steamer.

1. Terdapat endapan putih, seperti kapur di sekitar lubang ventilasi pada nosel.

2. Tingkat uap berkurang.

Terdapat air yang menyembur dan berdesis, bukan aliran uap. 

Alat dan bahan yang dibutuhkan 

  • Cuka putih suling. 
  • Air suling. 
  • Tusuk gigi. 
  • Kain bebas serat. 
  • Mangkuk kecil. 
  • Bak cuci atau ember. 

Cara membersihkan kerak yang menumpuk pada steamer dengan cuka

Apa pun steamer yang dimiliki, baik genggam maupun berdiri, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membersihkan atau mencegah penumpukan mineral.

  • Cabut steker dan kosongkan tangki air 

Cabut steker dari stopkontak dan biarkan hingga dingin. Kosongkan tangki air dan buang ke wastafel atau ember. 

Baca juga: Cara Membersihkan Bagian Dalam dan Tapak Setrika agar Tidak Merusak Pakaian 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau