KOMPAS.com - Steamer (alat uap) yang jarang dibersihkan dapat mengganggu kinerjanya saat digunakan untuk menyetrika atau merapikan pakaian.
Penumpukan mineral dari air yang digunakan terus-menerus dapat membuat uap yang dikeluarkan tidak optimal.
Baca juga: Perbedaan Setrika dan Steamer, Mana Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?
Akibatnya, pakaian yang di-steam akan tetap terlihat kusut dan tidak rapi. Jika dibiarkan, penumpukan mineral ini juga dapat merusak steamer seiring waktu.
Karena itu, membersihkan steamer secara rutin penting dilakukan agar peralatan tetap bekerja maksimal dan pakaian bebas kusut.
Dikutip dari Real Simple (6/3/2026), berikut cara membersihkan kerak yang menumpuk pada steamer agar tetap optimal.
Ilustrasi steamer.Jika digunakan setiap hari, steamer perlu dibersihkan setiap satu bulan sekali. Namun, jika hanya digunakan sesekali, bersihkan secara menyeluruh setiap selesai penggunaan agar steamer selalu siap digunakan di lain waktu.
Membersihkan steamer perlu dilakukan rutin jika air yang digunakan adalah air keran, bukan air suling. Hal ini sir keran mengandung mineral yang dapat menumpuk di wadah air seiring waktu.
Membiarkan air tetap berada di dalam tangki atau tidak mengosongkan tangki setiap setelah digunakan juga akan berpotensi melakukan pembersihan lebih rutin.
Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Kerutan pada Pakaian Tanpa Setrika
Untuk lebih memudahkannya, berikut tanda-tanda yang bisa kamu perhatikan sebelum membersihkan steamer.
1. Terdapat endapan putih, seperti kapur di sekitar lubang ventilasi pada nosel.
2. Tingkat uap berkurang.
Terdapat air yang menyembur dan berdesis, bukan aliran uap.
Apa pun steamer yang dimiliki, baik genggam maupun berdiri, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membersihkan atau mencegah penumpukan mineral.
Cabut steker dari stopkontak dan biarkan hingga dingin. Kosongkan tangki air dan buang ke wastafel atau ember.
Baca juga: Cara Membersihkan Bagian Dalam dan Tapak Setrika agar Tidak Merusak Pakaian