Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Hias yang Butuh Sinar Matahari Langsung

Kompas.com, 17 Maret 2026, 09:04 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Banyak tanaman hias berasal dari daerah tropis, di mana pepohonan rimbun menyaring sinar matahari. Namun, ada juga tanaman yang justru membutuhkan paparan cahaya langsung agar dapat tumbuh dengan optimal. Beberapa di antaranya berasal dari Afrika Selatan dan Australia, yang terkenal dengan iklim panas dan cerah.  

Jika kamu ingin menanam tanaman yang memerlukan sinar matahari langsung di dalam rumah, pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup. Dengan penempatan yang tepat, tanaman ini tetap bisa tumbuh subur meskipun berada di dalam ruangan.  

Dilansir dari The Spruce, berikut adalah lima tanaman hias yang cocok untuk mendapatkan paparan sinar matahari langsung.  

Baca juga: Bukan Air Keran, Ini 4 Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias

Lidah Buaya  

Tanaman sukulen ini dapat tumbuh baik di dalam maupun di luar ruangan. Agar tumbuh sehat, lidah buaya membutuhkan cahaya matahari langsung serta tanah yang dibiarkan mengering sebelum penyiraman berikutnya.  

Dedaunan hijau dengan tekstur khas membuat lidah buaya menjadi pilihan dekorasi yang menarik. Selain itu, perawatannya cukup mudah, sehingga cocok bagi pemula yang ingin merawat tanaman hias.  

Kembang Sepatu  

Jika kamu ingin tanaman berbunga yang indah, kembang sepatu adalah pilihan tepat. Tanaman ini memerlukan paparan sinar matahari langsung agar bisa menghasilkan bunga yang besar dan berwarna cerah.  

Baca juga: 11 Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Apartemen

Bahkan saat musim hujan, kembang sepatu tetap perlu ditempatkan di area yang mendapat pencahayaan maksimal. Dengan perawatan yang baik, tanaman ini bisa berbunga sepanjang tahun.  

Jade Plant  

Dikenal juga sebagai tanaman giok, jade plant memiliki batang kokoh dan daun berdaging yang khas. Tanaman ini memerlukan setidaknya empat jam sinar matahari langsung setiap hari, sehingga paling baik ditempatkan di dekat jendela yang menghadap ke selatan.  

Meskipun termasuk sukulen dan tahan kekeringan, jade plant bukanlah kaktus. Oleh karena itu, tanaman ini tetap memerlukan penyiraman secara teratur ketika lapisan atas tanah mulai mengering.  

Baca juga: Menyemprot atau Menyiram Tanaman Hias, Mana yang Lebih Efektif?

Kacapiring  

Kacapiring sebenarnya lebih suka tempat teduh saat tumbuh di luar ruangan. Namun, jika ditanam di dalam rumah, tanaman ini justru berkembang dengan baik di area yang terang dan mendapatkan sinar matahari langsung.  

Beradaptasi dengan iklim Asia Selatan dan Afrika subtropis, kacapiring tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Tanaman ini lebih suka tanah yang lembap, asam, serta kaya bahan organik.  

Pohon Ara Biola  

Tanaman dengan daun lebar ini dapat tumbuh hingga tiga meter dan memiliki bentuk daun unik menyerupai biola. Salah satu tantangan dalam merawat pohon ara biola adalah sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan, yang bisa menyebabkan daun menguning atau rontok.  

Baca juga: 5 Mitos Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah

Untuk menjaga kesehatannya, hindarkan tanaman ini dari aliran udara langsung dari ventilasi atau pendingin ruangan. Pohon ara biola bisa bertahan dengan beberapa jam sinar matahari langsung di pagi hari, tetapi juga mampu tumbuh di tempat dengan cahaya terang tidak langsung.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau