Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 Maret 2026, 22:36 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Asap rokok tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengandung berbagai zat berbahaya seperti formaldehida, benzena, hingga karbon monoksida.

Paparan zat-zat ini dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas udara di dalam ruangan dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Salah satu cara alami untuk membantu mengurangi dampaknya adalah dengan menempatkan tanaman hias tertentu di dalam rumah.

Beberapa jenis tanaman diketahui mampu menyerap polutan sekaligus menyegarkan udara.

Baca juga: 3 Tanaman Pendamping untuk Mawar Tumbuh Subur

Jenis Tanaman Penyerap Rokok

Berikut ini daftar tanaman penetral asap rokok di dalam ruangan dirangkum dari House Plant dan Intex Cleaning.

1. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)

Lidah mertua menjadi salah satu tanaman penyerap asap rokok paling direkomendasikan untuk memurnikan udara. Tanaman ini mampu menyerap polutan berbahaya seperti benzena, xilena, dan formaldehida.

Selain itu, lidah mertua juga dikenal tahan banting dan tetap menghasilkan oksigen di malam hari, sehingga cocok ditempatkan di berbagai ruangan.

2. Tanaman Laba-laba (Chlorophytum comosum)

Tanaman ini efektif dalam mengurangi karbon monoksida, salah satu komponen utama dalam asap rokok. Bahkan, tanaman laba-laba disebut mampu menghilangkan hingga sebagian besar zat berbahaya tersebut dalam waktu tertentu.

Bentuknya yang menjuntai juga membuatnya cocok dijadikan tanaman gantung. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan sebutan Lili Paris.

3. Lili Perdamaian (Spathiphyllum)

Lili perdamaian tidak hanya mempercantik ruangan dengan bunganya yang elegan, tetapi juga berfungsi sebagai tanaman penyerap asap rokok.

Baca juga: Bukan Air Keran, Ini 4 Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias

Tanaman ini efektif menyerap benzena dan formaldehida serta membantu mengurangi bau menyengat di dalam ruangan. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan sebutan Bakung perdamaian atau Selayar putih.

4. Pothos (Epipremnum aureum)

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau