Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tinggal Mudik Lama? Ini Cara Menjaga Tanaman Hias Tetap Hidup

Kompas.com, 17 Maret 2026, 09:45 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman menjadi hal menyenangkan. 

Namun, hal ini bisa membuat khawatir bagi mereka yang memiliki tanaman hias di rumah. Pasalnya, tanaman hias tidak mendapat perawatan yang memadai selama ditinggal mudik, seperti penyiraman dan pencahayaan. Akibatnya, tanaman hias ini bisa mengalami layu, bahkan mati.

Baca juga: Bukan Air Keran, Ini 4 Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias

"Sebagian besar tanaman biasanya akan baik-baik saja jika kamu pergi selama seminggu, tetapi beberapa mungkin akan mulai menderita jika tidak disiram selama dua minggu,” jelas Justin Hancock, ahli hortikultura Costa Farms.

Akan tetapi, semua ini dapat dicegah dengan melakukan sejumlah persiapan sebelum berangkat mudik Lebaran agar tanaman hias terus tumbuh dan sehat.

Namun, ini tergantung pada durasi waktu liburan. Lamanya liburan akan mempengaruhi seberapa baik tanaman tanpa ada yang mengeceknya dan menyediakan cukup air. 

Jenis tanaman, campuran pot, dan apakah tanaman itu baru atau sudah lama, semuanya akan mempengaruhi seberapa baik tanaman itu akan tumbuh ketika jadwal penyiraman berubah.

Dirangkum dari Southern Living, Selasa (17/3/2026), berikut cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran.

Siram tanaman sebelum mudik 

Ilustrasi menyiram tanaman.SHUTTERSTOCK/AUDIO UND WERBUNG Ilustrasi menyiram tanaman.
Sebelum pergi mudik, pastikan menyiram tanaman dalam ruangan secara menyeluruh.

“Salah satu cara mudah melakukannya adalah meletakkan tanaman di wastafel atau ember berisi beberapa sentimeter air,” imbuh Hancock.

Biarkan tanaman menyerap kelembapan selama sekitar setengah jam atau lebih, kemudian biarkan kelebihan air menetes keluar. 

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mudik Bareng Hewan Peliharaan

Namun, terlalu banyak hal baik bisa berakibat negatif bagi tanaman. Jadi, sirami tanaman, tetapi jangan biarkan duduk di dalam H2O.

“Jika akar berada dalam kondisi jenuh selama lebih dari beberapa jam, itu dapat mendorong masalah busuk akar,” kata Hancock.

Kamu tidak ingin menenggelamkan akar dalam terlalu banyak air. Sebagian besar tanaman lebih tahan dengan tanah kering daripada tanah basah dan lembap serta terlalu basah lebih berbahaya daripada terlalu kering.

Sesuaikan pencahayaan

Setiap tanaman memiliki kondisi pencahayaan yang disukai, apakah itu sinar matahari langsung atau tidak langsung.

Kurangnya pencahayaan selama mudik Lebaran dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hias. Maka itu, cara menjaga tanaman hias tetap hidup saat ditinggal mudik Lebaran adalah menyesuaikan pencahayaan. 

Menurut Hancock, memindahkan tanaman untuk mendapatkan lebih sedikit sinar matahari bisa mendorong pertumbuhan dan mengurangi penyiraman. 

Baca juga: Catat! 5 Barang Wajib Dibawa Saat Mudik Bersama Anabul

Namun, harus menghindari menempatkan tanaman dalam situasi ekstrem, seperti terlalu banyak cahaya atau sedikit.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau