Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Kebiasaan Membersihkan Rumah yang Justru Bikin Makin Kotor

Kompas.com, 27 Maret 2026, 16:53 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kegiatan bersih-bersih membuat hunian lebih bersih, sehat, serta nyaman. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini terkadang justru bisa membuat rumah semakin kotor.

Mulai dari, cara menggosok karpet, penggunaan sabun berlebihan, hingga mengabaikan perawatan peralatan dapur. 

Baca juga: 6 Barang yang Perlu Disingkirkan Sebelum Membersihkan Rumah 

Hal ini dapat membuat kotoran dan debu menumpuk kembali dan lebih sulit dihilangkan.

Nah, disadur dari Southern Living, Jumat (27/3/2026), berikut sejumlah kebiasaan membersihkan rumah yang justru bikin makin kotor. 

Menggosok serat karpet terlalu keras

Ilustrasi karpetUnsplash/sinasaadatmand Ilustrasi karpet
Menggosok serat karpet terlalu keras untuk menghilangkan noda mungkin terasa seperti solusi cepat, tetapi kebiasaan ini justru bisa memperburuk kondisinya.

Menggosok terlalu sering dan keras dapat membuka serat karpet sehingga lebih mudah menyerap kotoran pada kemudian hari.

Sebagai gantinya, tepuk-tepuk noda secara perlahan atau gunakan produk pembersih serbaguna dengan bantuan kain mikrofiber bersih.

Jika noda sudah lama menempel dan sulit dihilangkan, pertimbangkan menggunakan jasa pembersih profesional.

Membeli produk pembersih mahal untuk kompor

Selanjutnya, kebiasaan membersihkan rumah yang justru bikin makin kotor adalah membeli produk pembersih mahal untuk kompor.  

Produk pembersih yang mahal untuk kompor dapat membantu memperpanjang usia peralatan. Namun, produk dengan harga mahal belum tentu memberikan hasil paling efektif. 

Baca juga: 8 Bahan Alami yang Efektif Membersihkan Peralatan Rumah Tangga 

Faktanya, bahan sederhana yang ada di rumah bisa bekerja sama efektifnya. Caranya, taburkan baking soda di permukaan kompor, lalu tambahkan sedikit air hingga membentuk pasta.

Diamkan sekitar 30 menit, kemudian gosok menggunakan kain lembap hangat agar noda terangkat, dan bilas hingga kembali bersih.

Hanya mengandalkan sabun cuci piring

Ilustrasi sabun cuci piring.Shutterstock/Mr Boiko Oleg Ilustrasi sabun cuci piring.
Sabun pencuci piring efektif mengangkat noda lemak dan praktis membersihkan perabotan rumah tangga, khususnya peralatan masak. 

Namun, perlu berhati-hati karena penggunaan sabun pencuci piring terlalu banyak justru dapat meninggalkan residu, yang pada akhirnya menarik kotoran. 

Melewatkan membersihkan dishwasher 

Mesin pencuci piring atau dishwasher perlu rutin dibersihkan dan dirawat dengan baik guna menghasilkan piring bersih dan segar. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau