Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Bahan Pembersih yang Berbahaya untuk Hewan Peliharaan

Kompas.com, 27 Maret 2026, 20:42 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Produk pembersih berfungsi membersihkan berbagai permukaan dan barang di rumah. 

Namun, bagi rumah yang memiliki hewan peliharaan perlu berhati-hati menggunakannya karena beberapa produk dapat berdampak buruk bagi kesehatan sahabat bulu. 

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mudik Bareng Hewan Peliharaan

“Saat membersihkan rumah di sekitar hewan peliharaan, penting menghindari bahan pembersih tertentu karena potensi keracunan atau iritasi pada hewan,” kata Shelby Baden, dokter hewan dari Veterinary Emergency Group di South Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS). 

Dilansir dari Better Homes and Gardens, Jumat (27/3/2026), berikut sejumlah bahan pembersih yang berbahaya untuk hewan peliharaan.

Pemutih dan amonia

Ilustrasi anjing Bichon frise. Unsplash/mbriney Ilustrasi anjing Bichon frise.
Pemutih dan amonia dikenal efektif membersihkan berbagai permukaan di rumah. Namun, kedua bahan ini tergolong sangat kuat dan berisiko bagi hewan peliharaan serta manusia.

Maka itu, pastikan mengenakan perlindungan diri, mengikuti petunjuk penggunaan, serta menjauhkan dari hewan peliharaan saat menggunakannya di rumah. 

Pasalnya, hewan peliharaan memiliki sistem pernapasan jauh lebih sensitif dibanding manusia. Paparan zat, seperti pemutih dan amonia, dapat memicu iritasi serius, gangguan pernapasan, hingga kerusakan pada jaringan dalam tubuh hewan. 

“Zat kimia, seperti amonia dan pemutih, dapat menyebabkan iritasi pernapasan yang signifikan, berpotensi menyebabkan kesulitan bernapas, dan kerusakan selaput lendir,” jelas Petrina Firth, pelatih dan pendiri The Pet Coach.  

Baca juga: 5 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Membahayakan Hewan Peliharaan

Eter glikol

Selanjutnya, bahan pembersih yang berbahaya untuk hewan peliharaan adalah eter glikol.

“Selain reaksi alergi dan iritasi kulit atau mata, zat ini juga dikaitkan dengan kondisi lebih serius, seperti anemia, kerusakan ginjal, dan masalah perkembangan jika tidak sengaja tertelan,” kata Whitney Miller, Kepala Dokter Hewan di Petco, AS. 

Klorin, fenol, formaldehida, dan ftalat

Cairan pembersih klorin memang efektif membunuh virus dan bakteri, tetapi dapat berbahaya bagi hewan peliharaan karena dapat menyebabkan menyebabkan masalah pernapasan serta pencernaan. 

Fenol yang umum terdapat dalam disinfektan dan sabun juga sangat beracun bagi kucing yang dapat menyebabkan kerusakan hati.

Sementara itu, formaldehida dapat menyebabkan iritasi kulit dan risiko kanker pada hewan peliharaan. 

“Meski digunakan untuk menambahkan pewangi pada produk pembersih, kandungan ftalat dapat menyebabkan masalah ginjal dan hati, bahkan mengganggu hormon hewan peliharaan,” imbuh dokter Miller. 

Tak hanya itu, konsentrasi hidrogen peroksida yang tinggi dapat membahayakan kulit, selaput lendir, dan saluran pencernaan hewan peliharaan. 

Baca juga: 7 Hewan Peliharaan Pembawa Keberuntungan, Salah Satunya Kucing

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau