Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 31 Maret 2026, 11:43 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Air plant atau tanaman udara merupakan tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa tanah maupun media tanam lain. 

Meski terlihat mudah dirawat, air plant tetap membutuhkan perawatan khusus, terutama dalam  penyiraman dan pencahayaan. 

Baca juga: Cara Menyuburkan Tanaman Pothos dengan Ampas Kopi

Jika tidak dilakukan dengan tepat, air plant bisa cepat kering, bahkan membusuk. Karena itu, penting memahami cara menyiram tanaman yang benar sekaligus kesalahan yang perlu dihindari.

Untuk membantu menumbuhkan tanaman udara yang subur, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (31/3/2026), berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat menyiram air plant beserta kesalahan yang perlu dihindari.

Metode terbaik menyiram air plant

Cara terbaik menyiram air plant bukanalah mengguyurkan air langsung ke tanaman atau menggunakan semprotan, tetapi merendamnya.

“Mulailah merendam tanaman di dalam mangkuk berisi air selama 15-30 menit,” kata Lisa Eldred Steinkopf, pakar tanaman hias sekaligus pendiri The Houseplant Guru.

Jika melakukan metode ini, kamu tidak perlu melakukan metode penyemprotan. Penyemprotan ringan sering kali tidak memberikan hidrasi cukup pada tanaman karena tidak sepenuhnya membasahi air plant.

Setelah direndam, goyangkan air plant untuk menghilangkan kelebihan air, lalu balikkan di atas handuk. Biarkan mengering sepenuhnya sebelum menempatkannya kembali ke dalam pot atau bola kaca atau tempat yang digunakan untuk menempel tanaman ini. 

Baca juga: 6 Tanaman Bunga Beraroma Harum yang Dapat Ditanam di Rumah

Waktu tepat menyiram air plant 

  • Perhatikan lingkungan tumbuhnya

Umumnya, Steinkopf menyarankan membiasakan menyiram tanaman udara setiap satu sampai 10 hari sekali agar dapat menghasilkan air plant yang subur dan berdaun lebat. 

Meski begitu, frekuensi penyiramannya tetap bergantung pada kondisi kelembapan dalam ruangan tempat tillandsia tumbuh. 

“Jika lingkungannya cenderung kering, sebaiknya tingkatkan penyiramnya lebih sering,” kata Steinkopf.

Steinkopf mengungkapkan air plant cenderung mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan. 

Misalnya, dapat tumbuh di dapur dan kamar mandi yang memiliki kelembapan lebih tinggi. Karena itu, penyiramannya juga cenderung memberi jeda waktu lebih lama antara perendaman.

  • Perhatikan warna daun

Tak hanya dari lingkungan tumbuhnya, intensitas penyiramannya juga dapat ditentukan melalui warna daunnya. 

“Perhatikan warna dan teksturnya. Jika tanaman tampak berwarna keperakan, tandanya mereka membutuhkan lebih sedikit air dan cahaya lebih terang,” ujar Steinkopf.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau