Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atap Lancip Rumah Gadang, Ternyata Ini Fungsinya

Kompas.com, 24 Maret 2026, 19:16 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Rumah gadang dikenal sebagai hunian tradisional khas Minangkabau di Sumatera Barat yang memiliki ciri paling menonjol pada bagian atapnya.

Bentuknya yang menjulang tinggi dengan ujung melengkung tajam membuat bangunan ini mudah dikenali dibanding rumah adat lainnya di Indonesia.

Namun, desain atap tersebut tidak semata-mata dibuat untuk mempercantik tampilan.

Di balik bentuknya yang unik, tersimpan nilai-nilai filosofi, budaya, sekaligus pertimbangan fungsional yang telah dipikirkan secara matang oleh masyarakat setempat sejak lama.

Salah satu makna yang melekat pada atap rumah gadang adalah kaitannya dengan tanduk kerbau.

Bentuk runcing yang melengkung ke atas diyakini terinspirasi dari hewan tersebut, yang erat hubungannya dengan kisah kemenangan orang Minangkabau dalam sebuah adu kerbau.

Baca juga: Saat Orang Barat Keliru Menyebut Rumah Adat Khas Bali

Peristiwa ini kemudian melatarbelakangi lahirnya nama "Minangkabau".

Fungsi Atap Rumah Gadang Berbentuk Lancip

Dalam buku Keajaiban Arsitektur Rumah Gadang karya Chandra Okta Fiandi dijelaskan bahwa struktur atapnya mempertimbangkan keseimbangan bangunan sekaligus faktor lingkungan.

Tidak hanya sarat makna simbolis, bentuk atap rumah gadang juga dirancang berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah.

Atap rumah gadang umumnya dibuat dari ijuk dan dibentuk meruncing tajam ke atas. Desain ini membuat bobot atap menjadi lebih ringan sekaligus efektif dalam mengalirkan air hujan.

Dengan permukaan yang lancip, air dapat langsung mengalir turun tanpa sempat meresap ke dalam celah-celah ijuk.

Sebaliknya, jika sudut atap dibuat lebih tumpul, air hujan berpotensi merembes masuk sebelum mencapai ujung atap. Hal ini disebabkan oleh sifat ijuk yang memiliki pori-pori sehingga kurang tahan terhadap genangan air.

Selain membantu mengatasi curah hujan tinggi, bentuk atap yang tinggi juga berperan penting dalam menjaga kenyamanan suhu di dalam rumah.

Ruang kosong di bawah atap berfungsi sebagai penahan panas, sehingga udara di dalam rumah tetap terasa sejuk meskipun cuaca di luar cukup terik.

Secara tradisional, bahan yang digunakan untuk atap rumah gadang adalah ijuk atau daun rumbia. Kedua material ini dikenal ringan tetapi tetap kuat, sehingga mampu menopang bentuk atap yang tinggi tanpa membebani keseluruhan struktur bangunan.

Baca juga: Keajaiban Arsitektur Rumah Gadang Minang yang Beratap Ijuk Pohon Aren

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau