KOMPAS.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mendorong PSSI untuk lebih proaktif menyuarakan sikap terkait regulasi baru yang diterapkan di cabang olahraga sepak bola Asian Games 2026 Nagoya.
Seperti diketahui, Dewan Olimpiade Asia (OCA) bersama AFC dan panitia pelaksana Asian Games 2026 sepakat untuk menerapkan aturan baru yang membatasi partisipasi sepak bola hanya kepada 16 negara.
16 negara partisipan diambil masing-masing dari Piala Asia U23 2026 untuk kategori putra dan Piala Asia Wanita 2026 di kategori putri.
Regulasi tersebut membuat Indonesia tak bisa mengirim wakil di sepak bola Asian Games 2026 lantaran timnas U23 putra dan timnas putri gagal lolos ke dua ajang tersebut.
Sempat tersiar kabar bahwa aturan pembatasan jumlah peserta untuk sepak bola putra dan putri dihapus sehingga membuka peluang bagi Indonesia untuk tampil.
Baca juga: Persib Bandung Buru Hattrick Juara, Bojan Hodak Tatap 10 Final
Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar dan belum ada perubahan aturan terkait partisipasi cabang sepak bola di Asian Games 2026.
OCA dan AFC masih mengacu pada regulasi 16 tim sesuai kesepakatan yang tercantum dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 13 Desember 2024.
Kendati demikian, Raja Sapta Oktohari menyatakan pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan OCA terkait peluang Indonesia untuk tampil di cabang olahraga sepak bola Asian Games 2026.
Selain itu, dia juga berharap PSSI lebih proaktif untuk menyuarakan protes terkait kebijakan tersebut sebagai federasi yang terdampak langsung dari regulasi baru itu.
“NOC Indonesia mengimbau, khususnya kepada PSSI, agar dapat lebih proaktif dan menyuarakan sikap secara lebih lantang. Hal ini penting karena pihak yang paling berkepentingan adalah PSSI bersama federasi sepak bola nasional dari negara-negara lain,” kata Oktohari ketika ditemui di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Takluk Dua Kali, Bintang Juventus Merasa Masih Lebih Kuat dari Como
Sejauh ini, NOC Indonesia terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir.
Namun, dia juga meminta kepada PSSI agar mengambil peran lebih besar karena persoalan ini menjadi kepentingan sepak bola nasional.
“Kami dari NOC Indonesia sudah berupaya dan juga telah berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga," ucap Oktohari.
"Selanjutnya, kami berharap PSSI dapat menyuarakan kepentingan ini dengan lebih kuat, mengingat pihak yang paling berkepentingan dalam hal ini adalah federasi sepak bola,” ungkap dia.
Baca juga: Liverpool Vs Tottenham: Arne Slot Harap Alisson Becker Kembali Fit
Oktohari menilai jika hal ini lebih disuarakan secara masif oleh berbagai federasi sepak bola di Asia termasuk Indonesia, diharapkan bisa menekan pihak terkait agar persoalan ini mendapatkan perhatian.
“Jika komunikasi dapat dibangun secara luas dan disuarakan secara masif, saya rasa tekanan juga bisa diberikan agar persoalan ini mendapat perhatian. Karena itu, motor penggeraknya harus datang dari Indonesia,” ucap Oktohari.
Asian Games 2026 sendiri akan bergulir pada 19 September - 4 Oktober 2026 di Jepang.
Pada tiga edisi sebelumnya, langkah Timnas U23 Indonesia selalu terhenti di babak 16 besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang