KOMPAS.com - Selama ratusan tahun, para peneliti mencoba mencari tahu bagaimana seekor kucing yang jatuh dapat mendarat dengan keempat kakinya secara sempurna.
Kucing diketahui dapat mendarat dengan keempat kakinya secara sempurna meskipun saat terjatuh dalam posisi tubuh yang terbalik.
Eksperimen ilmiah pertama diketahui dilakukan pada 1894, dan eksperimen terbaru terbit dalam jurnal tahun 2026 menunjukkan bahwa penelitian masih jauh dari kata selesai untuk mengeksplorasi detailnya.
Lantas, bagaimana kucing dapat mendarat dengan keempat kakinya setiap kali dijatuhkan?
Baca juga: Viral, 2 Kucing Sampai Berdiri Kepo Saat Ada Tetangga Ribut, Ini Penjelasan Dokter Hewan
Ahli Fisiologi Hewan Yasuo Higurashi dari Universitas Yamaguchi, Jepang sekaligus pemimpin dari penelitian tersebut mengatakan bahwa kemampuan luar biasa kucing yang dapat mendarat dengan sempurna disebabkan oleh perbedaan fleksibilitas di sepanjang tulang belakang mereka.
Para peneliti mengukur torsi, sudut rotasi, kelakuan, dan zona netral dari setiap bagian, yakni rentang gerakan di mana diperlukannya gaya minimal untuk pergerakan.
Pada bagian depan yakni tulang belakang toraks, memiliki rentang gerak yang lebih luas.
Baca juga: Rumah Kebakaran, Nenek Fatimah Meninggal Bersama 70 Kucing dan 5 Anjing Peliharaan
Hal ini membuatnya jauh lebih mudah berputar daripada tulang belakang lumbar di bagian belakang yang cenderung lebih kaku.
Para peneliti menemukan bahwa, ketika kucing dijatuhkan dalam keadaan terbalik (kaki menghadap ke atas), tubuhnya tidak langsung berputar sekaligus.
Bagian depan tubuh kucing akan berputar terlebih dahulu, untuk kemudian bagian belakang tubuh mengikuti.
“Dan bahwa tulang belakang toraks yang fleksibel serta tulang belakang lumbar yang kaku dalam torsi aksial cocok untuk perilaku ini,” lanjut para peneliti.
Baca juga: Kucing, Teritori, dan Sesat Pikir
Ahli Fisiologi asal Perancis, Etienne-Jules Marey pernah menggunakan fotografi berkecepatan tinggi untuk menangkap seekor kucing yang berputar di udara.
Gambar tersebut muncul dalam jurnal Nature pada tahun 1984, menunjukkan seekor kucing yang terjatuh dan berhasil mengubah posisi tubuhnya di udara sebelum mendarat.
Para peneliti mengatakan hal itu tampak bertentangan dengan hukum kekekalan momentum sudut.
Fenomena ini kemudian dikenal sebagai “falling cat problem” dalam teori fisika.