Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terungkap, Ini Alasan Kucing Selalu Mendarat dengan Empat Kaki Saat Jatuh

Kompas.com, 23 Maret 2026, 17:00 WIB
Fatimah Az Zahra,
Tri Indriawati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selama ratusan tahun, para peneliti mencoba mencari tahu bagaimana seekor kucing yang jatuh dapat mendarat dengan keempat kakinya secara sempurna. 

Kucing diketahui dapat mendarat dengan keempat kakinya secara sempurna meskipun saat terjatuh dalam posisi tubuh yang terbalik. 

Eksperimen ilmiah pertama diketahui dilakukan pada 1894, dan eksperimen terbaru terbit dalam jurnal tahun 2026 menunjukkan bahwa penelitian masih jauh dari kata selesai untuk mengeksplorasi detailnya.

Lantas, bagaimana kucing dapat mendarat dengan keempat kakinya setiap kali dijatuhkan? 

Baca juga: Viral, 2 Kucing Sampai Berdiri Kepo Saat Ada Tetangga Ribut, Ini Penjelasan Dokter Hewan

Kemampuan berasal dari tulang belakang kucing

Ahli Fisiologi Hewan Yasuo Higurashi dari Universitas Yamaguchi, Jepang sekaligus pemimpin dari penelitian tersebut mengatakan bahwa kemampuan luar biasa kucing yang dapat mendarat dengan sempurna disebabkan oleh perbedaan fleksibilitas di sepanjang tulang belakang mereka.

Para peneliti mengukur torsi, sudut rotasi, kelakuan, dan zona netral dari setiap bagian, yakni rentang gerakan di mana diperlukannya gaya minimal untuk pergerakan. 

Pada bagian depan yakni tulang belakang toraks, memiliki rentang gerak yang lebih luas. 

Baca juga: Rumah Kebakaran, Nenek Fatimah Meninggal Bersama 70 Kucing dan 5 Anjing Peliharaan

Hal ini membuatnya jauh lebih mudah berputar daripada tulang belakang lumbar di bagian belakang yang cenderung lebih kaku.

Para peneliti menemukan bahwa, ketika kucing dijatuhkan dalam keadaan terbalik (kaki menghadap ke atas), tubuhnya tidak langsung berputar sekaligus.

Bagian depan tubuh kucing akan berputar terlebih dahulu, untuk kemudian bagian belakang tubuh mengikuti. 

“Dan bahwa tulang belakang toraks yang fleksibel serta tulang belakang lumbar yang kaku dalam torsi aksial cocok untuk perilaku ini,” lanjut para peneliti. 

Baca juga: Kucing, Teritori, dan Sesat Pikir

"Falling cat problem"

Ahli Fisiologi asal Perancis, Etienne-Jules Marey pernah menggunakan fotografi berkecepatan tinggi untuk menangkap seekor kucing yang berputar di udara. 

Gambar tersebut muncul dalam jurnal Nature pada tahun 1984, menunjukkan seekor kucing yang terjatuh dan berhasil mengubah posisi tubuhnya di udara sebelum mendarat.

Para peneliti mengatakan hal itu tampak bertentangan dengan hukum kekekalan momentum sudut.

Fenomena ini kemudian dikenal sebagai “falling cat problem” dalam teori fisika. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Tren
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Tren
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Tren
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Tren
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau