Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Daerah di Jawa Tengah Diprediksi Alami Kemarau Terpanjang, Tembus 9 Bulan

Kompas.com, 1 April 2026, 13:00 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diprediksi mengalami musim kemarau paling panjang pada 2026 dengan durasi mencapai 8 hingga 9 bulan.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, periode kemarau tahun ini secara umum berlangsung sekitar 16–18 dasarian atau sekitar 5–6 bulan. 

Namun, durasi terpanjang diperkirakan terjadi hingga 25–27 dasarian atau setara 8–9 bulan.

Baca juga: Musim Kemarau Jawa Tengah Dimulai April 2026, Ini Daftar Wilayahnya

Pati dan Rembang Alami Musim Kemarau 2026 Terpanjang

Merujuk laman resmi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, wilayah yang berpotensi mengalami kemarau paling panjang meliputi sebagian kecil Kabupaten Pati dan Rembang. 

Durasi ini lebih panjang dibandingkan kondisi klimatologis normal yang umumnya lebih singkat 1 hingga 3 dasarian.

Secara umum, awal musim kemarau di Jawa Tengah diprediksi dimulai pada Mei 2026. 

Namun, beberapa wilayah mengalami awal kemarau lebih cepat, yakni sejak awal April 2026.

Wilayah tersebut mencakup Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Pati dan Jepara, serta sebagian wilayah Demak dan Blora.

Ada pula wilayah yang mengalami awal kemarau lebih lambat yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni 2026.

Mundurnya musim kemarau terjadi di sebagian Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, serta sebagian kecil Brebes, Tegal, Pemalang, dan Kebumen.

Baca juga: BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Kaltim Diprediksi Masuki Puncak Kering pada Agustus

Daftar Wilayah dengan Durasi Musim Kemarau 2026 Tersingkat

Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga mengungkap daftar wilayah yang mengalami musim kemarau dengan durasi tersingkat sekitar 10-12 dasarian.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Purbalingga; sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, dan Kebumen; sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Wonosobo; sebagian besar wilayah Kabupaten Banyumas, dan Banjarnegara.

Sementara itu, sebagian kecil wilayah Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara mengalami musim kemarau selama 13-15 dasarian.

Ada pula daerah yang mengalami durasi musim kemarau selama 16-18 dasarian, yakni Kota Magelang; sebagian kecil wilayah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, dan Banjarnegara.

Wilayah lainnya mencakup sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, dan Banyumas; sebagian besar wilayah Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Magelang.

Baca juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jabar Datang Lebih Cepat, Warga Diminta Waspada Kekeringan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Regional
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
Regional
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Regional
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
2 Daerah di Jawa Tengah Diprediksi Alami Kemarau Terpanjang, Tembus 9 Bulan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat