Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis Bantal yang Bisa Dicuci dengan Mesin Cuci

Kompas.com, 31 Mei 2025, 21:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Bantal adalah salah satu elemen penting untuk mendapatkan tidur yang nyaman.

Namun seiring berjalannya waktu, bantal dapat menyerap keringat, air liur, minyak tubuh, dan debu yang menyebabkan noda kuning serta menimbulkan risiko alergi dan iritasi kulit. 

Untungnya, ada beberapa jenis bantal yang bisa dicuci dengan mesin cuci, sehingga memudahkan perawatannya.banta

Melansir Tom's Guide , Sabtu (31/5/2025), berikut adalah jenis-jenis bantal yang bisa dicuci dengan mesin cuci.

Baca juga: 3 Cara Membuat Bantal Lama Kembali Empuk Seperti Baru

Bantal bulu dan bulu angsa

Ilustrasi bantal bulu angsa.SHUTTERSTOCK/BONSTOCK Ilustrasi bantal bulu angsa.

Bantal yang diisi bulu alami seperti bulu angsa umumnya aman dicuci dengan mesin cuci. Bahan ini memiliki konstruksi yang cukup tahan lama, namun tetap memerlukan penanganan yang lembut agar bulunya tidak rusak.

Gunakan udara dingin dan siklus pencucian yang lembut saat mencuci bantal bulu. Hindari penggunaan air panas karena bisa merusak struktur bulu dan menyebabkan penyusutan. 

Cuci bantal ini sekitar 6 hingga 12 bulan sekali, dan jangan terlalu sering mencucinya agar tetap awet. Selain mencuci, penting juga untuk mengangin-anginkan bantal bulu dan menampar-nepuknya setiap hari agar isian tetap merata.

Baca juga: Mengapa Harus Rutin Mencuci Bantal?

Bantal wol

Ilustrasi bantal.Shutterstock/New Africa Ilustrasi bantal.

Wol adalah bahan pengisi bantal yang alami, nyaman, dan hipoalergenik. Banyak bantal wol yang bisa dicuci dengan mesin, asalkan menggunakan air dingin dan deterjen khusus wol. Pilih pengaturan pencucian yang sangat lembut agar seratnya tidak rusak.

Menariknya lagi, wol memiliki sifat antibakteri alami berkat kandungan lanolin di dalamnya, sehingga tidak perlu sering dicuci. 

Untuk perawatan rutin, cukup jemur bantal wol di tempat teduh seminggu sekali dan kembangkan setiap pagi agar kondisinya tetap terjaga.

Baca juga: Cara Mencuci Bantal yang Benar agar Tetap Dalam Kondisi Prima

Waktu terbaik untuk mengganti bantal 

Tidak peduli seberapa mahal bantal yang digunakan, semua bantal memiliki masa pakai. Idealnya, bantal perlu diganti setiap 1 hingga 2 tahun. 

Hal ini penting untuk menjaga kualitas tidur dan mencegah berbagai masalah seperti nyeri leher, sakit punggung, atau postur tidur yang buruk.

Bantal yang sudah terlalu lama digunakan cenderung kehilangan bentuk dan daya dukungnya. Akibatnya, kamu bisa mengalami sakit kepala saat bangun pagi atau tidur yang tidak nyenyak. 

Selain itu, bantal lama juga lebih mungkin menyimpan alergen dan tungau debu yang berdampak negatif pada kesehatan kulit dan saluran pernapasan.

Baca juga: Cara Memilih Bantal Berdasarkan Posisi Tidur

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau