Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Membakar Ampas Kopi Bisa Basmi Nyamuk, Benarkah?

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 07:20 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Nyamuk sering menjadi gangguan utama di rumah. Tidak sedikit orang yang mencari cara alami untuk mengusirnya karena tidak ingin harus bergantung pada obat nyamuk kimia. 

Nah, sebuah trik yang tengah populer menyebutkan bahwa ampas kopi dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif?

Apakah ampas kopi benar-benar ampuh usir nyamuk?

Ilustrasi ampas kopi.Shutterstock/Nor Gal Ilustrasi ampas kopi.

Dilansir dari Better Homes and Gardens, menurut Becca Teller, pakar pengendalian hama dari Pestie, membakar ampas kopi memang bisa membantu mengusir nyamuk, tetapi hasilnya tidak selalu konsisten. 

Teller menjelaskan bahwa asap yang dihasilkan lebih berperan dalam mengusir nyamuk dibandingkan aroma kopi itu sendiri.
Baca juga: 8 Cara Mengusir Nyamuk Tanpa Semprotan Serangga

Dengan kata lain, bukan hanya kopi yang bisa digunakan. Hampir semua bahan organik yang dibakar akan menghasilkan asap yang tidak disukai nyamuk.

Jadi, meskipun ampas kopi bisa menjadi solusi darurat, efektivitasnya tidak jauh berbeda dengan membakar bahan alami lainnya.

Jika kamu ingin mencobanya, sebaiknya gunakan bubuk kopi baru agar hasilnya lebih maksimal.

Teller mengatakan, berdasarkan testimoni, kebanyakan orang menggunakan kopi segar karena dianggap lebih efektif menghasilkan asap saat dibakar.

Baca juga: 5 Tanaman Pot yang Ampuh Usir Nyamuk

Apakah aman membakar ampas kopi di rumah?

Ilustrasi ampas kopiSHUTTERSTOCK/Ani Fathudin Ilustrasi ampas kopi

Meskipun sederhana, membakar ampas kopi tetap memiliki risiko. Teller mengingatkan agar tidak menggunakan wadah kaca biasa karena bisa pecah akibat panas. 

Sebagai gantinya, gunakan wadah tahan panas seperti pot tanah liat, mangkuk keramik, atau panci aluminium sekali pakai.

Selain itu, perhatikan juga beberapa hal penting untuk mencegah kebakaran saat membakar ampas kopi, yakni:

  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan tinggalkan api tanpa pengawasan.
  • Letakkan jauh dari benda yang mudah terbakar.
  • Gunakan wadah kokoh dan tahan panas.

Dengan memperhatikan langkah pencegahan ini, trik ampas kopi bisa kamu coba di dalam rumah dengan lebih aman.

Baca juga: 5 Hal yang Dapat Menarik Nyamuk Muncul di Halaman Rumah

Cara lain mengusir nyamuk dari rumah 

Ilustrasi nyamuk, tangan digigit nyamuk. SHUTTERSTOCK/KWANGMOOZAA Ilustrasi nyamuk, tangan digigit nyamuk.

Jika kamu merasa membakar ampas kopi kurang praktis, ada beberapa cara lain yang terbukti lebih ampuh untuk mengendalikan populasi nyamuk:

  • Menjaga halaman tetap rapi dengan memangkas rumput dan tanaman lebat.
  • Menghilangkan genangan air di sekitar rumah yang bisa menjadi sarang nyamuk.
  • Memasang kasa halus pada jendela dan pintu.
  • Memasang kipas angin di area luar ruangan karena nyamuk sulit terbang melawan angin.
  • Menggunakan perangkap nyamuk atau produk pengusir nyamuk komersial.

Kombinasi cara alami dan langkah pencegahan ini biasanya lebih efektif daripada hanya mengandalkan satu metode.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau