Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Cara Memperbaiki Kualitas Udara di Dalam Rumah, Jadi Lebih Bersih

Kompas.com, 21 Februari 2026, 03:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Para dokter dan ahli alergi sepakat bahwa udara di dalam rumah bisa sama atau bahkan lebih tercemar dibanding udara luar.

Sumbernya beragam, mulai dari sisa polusi yang terbawa sepatu, uap masakan, produk pembersih, hingga bulu hewan peliharaan. 

Kabar baiknya, ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara di rumah.

Cara memperbaiki kualitas udara di dalam rumah

Ilustrasi membersihkan rumahUnsplash/Volha Flaxeco Ilustrasi membersihkan rumah

Dirangkum dari Martha Stewart, berikut adalah beberapa cara memperbaiki kualitas udara di dalam rumah dengan mudah:

Baca juga: 7 Keunggulan Tanaman Sirih Gading, Bisa Membersihkan Udara

Lepas sepatu sebelum masuk rumah 

Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah berkontribusi besar terhadap masuknya jamur, bakteri, dan alergen dari luar. Partikel ini kemudian mengendap di lantai dan udara. 

Menyimpan sepatu di luar atau di dekat pintu masuk dapat membantu menekan sumber polusi sejak awal.

Jangan langsung merapikan tempat tidur 

Membiarkan tempat tidur terbuka selama 30-60 menit setelah bangun tidur dapat membantu mengurangi kelembapan. Lingkungan yang kering dan sejuk tidak disukai tungau debu, pemicu umum alergi pernapasan. 

Kendalikan jamur

Jamur mudah tumbuh di area lembap seperti kamar mandi, dapur, dan sudut rumah yang minim ventilasi. Bau apek dan noda gelap adalah tanda awal yang tidak boleh diabaikan. Membersihkan jamur sejak dini serta menggunakan dehumidifier dapat mencegah penyebarannya ke udara.

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Dapat Memurnikan Udara di Dalam Rumah

Buka jendela

Sirkulasi udara alami tetap menjadi cara paling sederhana untuk menyegarkan udara rumah. Membuka jendela saat memasak, mandi, mencuci, atau membersihkan rumah membantu membuang partikel kimia dan uap lembap. 

Gunakan air purifier yang tepat 

Pembersih udara dengan filter HEPA atau MERV-13 ke atas mampu menangkap hingga 99 persen partikel kecil seperti serbuk sari dan bulu hewan. Untuk hasil optimal, tempatkan air purifier di ruang yang paling sering digunakan, seperti kamar tidur atau ruang keluarga.

Jaga kebersihan hewan peliharaan 

Bulu hewan peliharaan dapat membawa debu, jamur, dan bakteri dari luar rumah. Memandikan hewan secara rutin, menyisir bulunya, serta membersihkan kaki hewan setelah bermain di luar dapat membantu menjaga udara dalam ruangan tetap bersih.

Baca juga: 5 Tanda Rumah Punya Aliran Udara yang Buruk, Segera Perbaiki

Hilangkan debu 

Debu yang menumpuk mudah beterbangan kembali ke udara. Gunakan kain lembap atau microfiber agar partikel menempel dan tidak menyebar. Mulailah membersihkan dari area tinggi ke rendah, termasuk ambang jendela, rak, dan sudut tersembunyi.

Bersihkan keset dan handuk 

Handuk dan keset yang lembap menjadi sarang jamur. Cuci handuk setidaknya tiga hari sekali dan pastikan kering sempurna. 

Selain itu, membersihkan lantai dengan pel atau kain basah lebih efektif dibanding menyapu karena dapat menangkap partikel halus yang mengendap.

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Dapat Mengurangi Debu di Rumah, Bikin Udara Sehat

Bersihkan kain-kain di rumah 

Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA agar debu tidak kembali ke udara. Sprei, sarung bantal, dan gorden juga perlu dicuci rutin karena menjadi tempat favorit tungau debu. 

Untuk bantal, pencucian berkala dan penggunaan pelindung anti-tungau dapat membantu menjaga kebersihannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau