Penulis
KOMPAS.com - Para dokter dan ahli alergi sepakat bahwa udara di dalam rumah bisa sama atau bahkan lebih tercemar dibanding udara luar.
Sumbernya beragam, mulai dari sisa polusi yang terbawa sepatu, uap masakan, produk pembersih, hingga bulu hewan peliharaan.
Kabar baiknya, ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara di rumah.
Ilustrasi membersihkan rumahDirangkum dari Martha Stewart, berikut adalah beberapa cara memperbaiki kualitas udara di dalam rumah dengan mudah:
Baca juga: 7 Keunggulan Tanaman Sirih Gading, Bisa Membersihkan Udara
Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah berkontribusi besar terhadap masuknya jamur, bakteri, dan alergen dari luar. Partikel ini kemudian mengendap di lantai dan udara.
Menyimpan sepatu di luar atau di dekat pintu masuk dapat membantu menekan sumber polusi sejak awal.
Membiarkan tempat tidur terbuka selama 30-60 menit setelah bangun tidur dapat membantu mengurangi kelembapan. Lingkungan yang kering dan sejuk tidak disukai tungau debu, pemicu umum alergi pernapasan.
Jamur mudah tumbuh di area lembap seperti kamar mandi, dapur, dan sudut rumah yang minim ventilasi. Bau apek dan noda gelap adalah tanda awal yang tidak boleh diabaikan. Membersihkan jamur sejak dini serta menggunakan dehumidifier dapat mencegah penyebarannya ke udara.
Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Dapat Memurnikan Udara di Dalam Rumah
Sirkulasi udara alami tetap menjadi cara paling sederhana untuk menyegarkan udara rumah. Membuka jendela saat memasak, mandi, mencuci, atau membersihkan rumah membantu membuang partikel kimia dan uap lembap.
Pembersih udara dengan filter HEPA atau MERV-13 ke atas mampu menangkap hingga 99 persen partikel kecil seperti serbuk sari dan bulu hewan. Untuk hasil optimal, tempatkan air purifier di ruang yang paling sering digunakan, seperti kamar tidur atau ruang keluarga.
Bulu hewan peliharaan dapat membawa debu, jamur, dan bakteri dari luar rumah. Memandikan hewan secara rutin, menyisir bulunya, serta membersihkan kaki hewan setelah bermain di luar dapat membantu menjaga udara dalam ruangan tetap bersih.
Baca juga: 5 Tanda Rumah Punya Aliran Udara yang Buruk, Segera Perbaiki
Debu yang menumpuk mudah beterbangan kembali ke udara. Gunakan kain lembap atau microfiber agar partikel menempel dan tidak menyebar. Mulailah membersihkan dari area tinggi ke rendah, termasuk ambang jendela, rak, dan sudut tersembunyi.
Handuk dan keset yang lembap menjadi sarang jamur. Cuci handuk setidaknya tiga hari sekali dan pastikan kering sempurna.
Selain itu, membersihkan lantai dengan pel atau kain basah lebih efektif dibanding menyapu karena dapat menangkap partikel halus yang mengendap.
Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Dapat Mengurangi Debu di Rumah, Bikin Udara Sehat
Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA agar debu tidak kembali ke udara. Sprei, sarung bantal, dan gorden juga perlu dicuci rutin karena menjadi tempat favorit tungau debu.
Untuk bantal, pencucian berkala dan penggunaan pelindung anti-tungau dapat membantu menjaga kebersihannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya