Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Air Keran, Ini 4 Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias

Kompas.com, 12 Maret 2026, 07:47 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Penyiraman menjadi kebutuhan penting dalam perawatan dan pertumbuhan tanaman hias. 

Umumnya, kita menggunakan air keran untuk menyiram tanaman. Namun, faktanya, tanaman hias tertentu dapat memperoleh manfaat dari jenis air yang berbeda dari air keran. 

Baca juga: 11 Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Apartemen 

"Sebagian besar waktu, air keran akan baik-baik saja untuk tanaman standar biasa," kata Wendy Wilber, koordinator tingkat negara bagian untuk Program Sukarelawan Master Gardener Universitas Florida, Amerika Serikat. 

Itu berarti tanaman pothos, philodendron biasa, tanaman ZZ, pohon karet, dan banyak tanaman hias populer lainnya yang tidak rewel baik-baik saja jika disiram dengan air keran kamar mandi atau dapur. 

Jadi, jika tanaman hias tampaknya baik-baik saja dengan air keran, tidak perlu mengubah apa pun. 

Nah, dilansir dari The Spruce, Kamis (12/3/2026), Wilber membagikan tentang jenis air terbaik untuk menyiram tanaman hias agar tumbuh subur dan sehat.

Air yang disaring

Ilustrasi menyiram tanaman.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi menyiram tanaman.
Wilber mengatakan untuk tanaman yang lebih sensitif, seperti violet Afrika, pakis maidenhair, calathea, anggrek, anthurium, serta philodendron mewah, sebaiknya menggunakan air yang disaring. 

Hal itu karena air keran dari pasokan air kota dapat mengandung sejumlah kecil bahan kimia, seperti klorin dan fluorin yang bermanfaat bagi pasokan air, tetapi lebih banyak daripada yang dapat ditangani beberapa tanaman hias yang sensitif. 

Baca juga: 5 Mitos Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah 

Ini dapat mengakibatkan ujung daun menjadi coklat, bahkan pada varietas kuat seperti, tanaman laba-laba.

Untuk tanaman seperti yang tercantum di atas yang sangat sensitif, Wilber merekomendasikan menggunakan air keran yang disaring, baik dari filter keran maupun filter teko di atas meja.

Tergantung pada jenis klorin yang digunakan dalam pasokan air setempat, kamu mungkin juga dapat mengisi wadah terbuka dengan air dan membiarkannya semalaman agar klorin menguap sebelum menggunakannya pada tanaman hias.

Air sulung

Selanjutnya, air terbaik untuk menyiram tanaman hias agar tumbuh subur adalah air sulung. 

Air sulung relatif bebas dari bahan tambahan kimia, itulah sebabnya beberapa orang lebih suka menggunakannya pada tanaman hias, terutama jika rumah mereka memiliki air sadah.

Namun, karena hampir tidak mengandung mineral atau nutrisi, kamu perlu memastikan memupuk tanaman secara teratur.

Wilber mencatat itu tidak perlu, tetapi jika melihat perbedaan signifikan dalam bagaimana tanaman dalam ruangan tumbuh dengan air sulung dibanding air keran, mungkin ada baiknya mengeluarkan biaya tambahan. 

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Tidak Beracun untuk Anjing dan Kucing, Apa Saja? 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau