Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 Maret 2026, 04:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Jika kamu pernah mencoba memandikan kucing, mungkin kamu sudah tahu betapa sulitnya itu. Kucing bisa berontak, mencakar, atau bahkan kabur. 

Lantas, mengapa sebagian besar kucing tampaknya membenci air?  

Faktanya, tidak semua kucing takut air. Beberapa ras, seperti Maine coon, Turkish van, dan Bengal, dikenal suka bermain air. Namun, kebanyakan kucing memang cenderung menghindarinya.  

Mengutip PetMD, berikut beberapa alasan kucing tidak suka air.

Baca juga: Kucing Suka Menatap ke Arah Dinding, Apa Artinya?

Pengalaman buruk 

Salah satu penyebab utama mengapa kucing membenci air adalah pengalaman negatif yang pernah dialami, misalnya jatuh ke dalam bak mandi atau ember air, disemprot air sebagai hukuman, atau dipaksa mandi.

Kucing memiliki ingatan yang cukup tajam. Jika mereka pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan dengan air, kucing bisa mengasosiasikannya dengan bahaya. Akibatnya, kucing akan berusaha menghindari air. 

Jika kamu ingin mengenalkan air pada kucing, lakukan secara bertahap dan positif. Biarkan kucing bermain dengan air dalam jumlah kecil terlebih dahulu, seperti dari tanganmu atau menggunakan mangkuk dangkal. 

Suhu air yang tidak sesuai 

Kucing sangat sensitif terhadap suhu. Air yang terlalu dingin bisa mengejutkan mereka, sementara air yang terlalu panas bisa membuat mereka merasa tidak nyaman.

Baca juga: Mengapa Kucing Suka Minum Air Toilet?

Jika perlu memandikan kucing, gunakan air hangat sekitar 38–39 derajat Celsius, yang mendekati suhu tubuh mereka.  

Bulu basah yang tidak nyaman 

Bulu kucing sangat menyerap air, sehingga ketika basah, bulunya menjadi berat dan sulit dikeringkan. Ini membuat kucing merasa tidak nyaman.

Selain itu, bulu yang basah bisa menghilangkan lapisan minyak alami pada kulit kucing yang berfungsi sebagai pelindung. Ini bisa menyebabkan iritasi kulit atau ketidaknyamanan setelah mandi.  

Jika kucingmu harus mandi, segera keringkan dengan handuk lembut dan pastikan mereka tetap hangat setelahnya.  

Baca juga: Benarkah Semua Kucing Calico Betina?

Bau yang mengganggu 

Kucing memiliki indra penciuman yang sangat tajam, sekitar 14 kali lebih sensitif daripada manusia. Ini membuat kucing lebih peka terhadap bau yang tidak familiar, termasuk klorin atau bahan kimia dalam air keran.

Jika air atau produk yang digunakan memiliki bau yang tidak disukai kucing, hewan ini tentu akan cenderung menghindarinya.  

Naluri hewan 

Secara evolusi, kucing bukanlah hewan yang terbiasa dengan air. Nenek moyang kucing domestik berasal dari daerah gurun seperti Afrika Utara dan Timur Tengah, di mana air jarang ditemukan.  

Karena tidak terbiasa dengan air, insting alami kucing mengajarkan untuk menghindarinya.  

Baca juga: 6 Tanaman yang Dapat Menjauhkan Kucing Liar dari Kebun

Berbeda dengan anjing atau berang-berang yang bisa beradaptasi dengan lingkungan berair, kucing tidak memiliki kebutuhan alami untuk berenang atau berendam dalam air.  

Jadi, tidak perlu memaksa kucing untuk suka air karena ini adalah bagian dari naluri alaminya.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau