Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Mencegah Kucing Buang Air di Halaman Rumah

Kompas.com, 2 Maret 2026, 09:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Memiliki halaman rumah yang bersih dan tertata rapi tentu membuat hunian terasa lebih nyaman. Sayangnya, banyak pemilik rumah menghadapi masalah klasik, yakni kucing sering buang air besar di halaman, baik kucing peliharaan milik orang lain maupun kucing liar. 

Selain mengganggu keindahan taman, kotoran kucing juga berisiko membawa penyakit, salah satunya toxoplasmosis yang berbahaya bagi manusia.

Cara menghentikan kucing buang air di halaman rumah 

Ilustrasi kucing liar di halaman rumah. PIXABAY/LENG KANGRUI Ilustrasi kucing liar di halaman rumah.

Kabar baiknya, ada berbagai cara aman dan efektif untuk mencegah kucing menjadikan halaman rumah sebagai “toilet”. Dilansir dari The Spruce, berikut penjelasannya.

Pasang pagar antikucing

Pagar dapat menjadi solusi fisik untuk membatasi akses kucing ke halaman. Pilih desain pagar dengan ujung bersudut, jaring rapat, atau material licin seperti vinyl agar sulit dipanjat atau dilompati. 

Baca juga: Jangan Sembarangan, Begini Cara Membelai Kucing yang Benar

Cara ini relatif aman bagi kucing dan efektif dalam jangka panjang. Namun, perlu dipertimbangkan dari sisi biaya serta desain agar tidak mengganggu tampilan taman.

Manfaatkan aroma yang tidak disukai kucing

Indra penciuman kucing sangat sensitif. Beberapa aroma seperti jeruk, kopi, dan cabai dikenal tidak disukai oleh kucing. 

Kamu bisa menaburkan ampas kopi di area tertentu atau menanam tanaman beraroma kuat seperti lavender, mint, dan eukaliptus di sekitar halaman. 

Metode ini mudah diterapkan dan bersifat alami, tetapi perlu kehati-hatian karena beberapa tanaman atau minyak esensial dapat berbahaya bagi kucing jika tersentuh atau tertelan.

Baca juga: Bisakah Memelihara Kucing dan Burung Bersamaan?

Gunakan alat pengusir ultrasonik

Alat pengusir ultrasonik bekerja dengan memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak terdengar manusia, namun membuat kucing merasa tidak nyaman. 

Alat ini mudah dipasang dan tidak menyebabkan cedera fisik pada hewan. Meski demikian, efeknya bisa dirasakan oleh hewan lain seperti anjing, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi sekitar rumah.

Sediakan kotak pasir khusus di luar rumah

Jika kucing sering datang karena mencari tempat buang air, menyediakan kotak pasir di sudut halaman bisa menjadi solusi pengalihan. 

Gunakan pasir khusus kucing dan tempatkan di area yang sedikit tertutup, misalnya dekat semak atau pembatas kecil. 

Baca juga: Apa Penyebab Kucing Peliharaan Tiba-tiba Bau?

Cara ini memberi kucing tempat yang lebih “menarik” dibandingkan kebun utama. Namun, jika tidak ditempatkan dengan tepat, kotak pasir justru bisa menarik lebih banyak kucing datang. 

Tambahkan batu atau kerikil di permukaan tanah

Kucing menyukai tanah gembur karena mudah digali. Mengubah tekstur permukaan tanah dengan batu kecil, kerikil, atau pecahan kayu dapat membuat kucing enggan buang air di area tersebut. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau