Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Padukan Warisan dan Budaya, AC Milan Rilis Kit Keempat Bareng PUMA x Slam Jam

Kompas.com, 25 Februari 2026, 16:27 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

Sumber AC Milan

KOMPAS.com - Klub Liga Italia (Serie A), AC Milan, secara resmi mengumumkan peluncuran seragam keempat mereka untuk musim 2025-2026.

Melalui kolaborasi bersama perusahaan olahraga global Puma dan pionir Budaya asal Italia, Slam Jam, koleksi ini telah menjalani debut perdananya di lapangan saat laga kontra Parma pada Minggu lalu.

Langkah inovatif ini merupakan upaya AC Milan dalam menginterpretasikan kembali identitas Rossoneri melalui sudut pandang modern.

Koleksi ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga merayakan peran vital para suporter serta posisi klub sebagai ikon global yang menghubungkan dunia olahraga dengan tren gaya hidup masa kini.

Desain Kit Keempat ini mengusung konsep utama bertajuk “Benvenuti all'Inferno”, sebuah narasi yang menggabungkan sejarah klub dengan elemen Budaya kontemporer.

Baca juga: Eks Bintang AC Milan Bawa Bodo/Glimt Depak Inter: Rasanya Luar Biasa

Visual utama seragam ini berpusat pada ikon setan legendaris yang terinspirasi dari sketsa orisinal desainer ternama, Bruno Prosdocimi.

Tema “Inferno” berusaha menangkap esensi kekuatan AC Milan saat intensitas stadion mencapai puncaknya, menciptakan kesatuan antara pemain dan pendukung.

Sosok iblis tersebut ditampilkan secara berani di bagian depan dan belakang jersey, bahkan tersembunyi secara detail pada lapisan dalam untuk edisi terbatas sebagai simbol kebanggaan dan persatuan.

Detail Estetika dan Teknologi Berkelanjutan

Koleksi eksklusif ini mencakup berbagai item mulai dari jersey, jaket, hingga aksesori yang mencerminkan atmosfer emosional San Siro.

Tersedia dalam dua pilihan warna utama, yakni merah tua yang ikonik serta perak elegan yang merepresentasikan karakter desain Slam Jam, seragam ini tetap mempertahankan lambang tradisional merah dan hitam yang menjadi ciri khas klub.

Dari sisi teknis, seragam ini dilengkapi teknologi dryCELL dari Puma untuk memastikan kenyamanan pemain.

Baca juga: AC Milan Murka, 4 Keputusan Wasit Disorot, Termasuk Insiden Gigi Copot

Selain itu, terdapat inisiatif ramah lingkungan melalui program RE:FIBRE yang menggunakan setidaknya 95 persen limbah tekstil daur ulang untuk versi pemain, serta 90 persen bahan daur ulang untuk edisi terbatas.

Klub Liga Italia, AC Milan, berkolaborasi dengan PUMA dan Slam Jam untuk merilis kit keempat musim 2025-2026.Dok. AC Milan Klub Liga Italia, AC Milan, berkolaborasi dengan PUMA dan Slam Jam untuk merilis kit keempat musim 2025-2026.

Visi Para Kolaborator

Maikel Oettle selaku Chief Revenue Officer AC Milan menyatakan bahwa koleksi ini merupakan bentuk penghormatan bagi komunitas global.

"Kit Keempat adalah perayaan kebanggaan Rossoneri, dibuat pertama dan terutama untuk para penggemar yang hidup dan bernapas dengan warna-warna ini setiap hari," jelas Oettle.

"Ini mewakili titik temu alami antara sepak bola, mode, dan budaya. Dikembangkan bersama PUMA dan Slam Jam, setiap detail, mulai dari lambang klub bersejarah, mencerminkan identitas, passion, dan rasa kebersamaan yang mendalam."

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau