Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Juventus Siap Bersaing dengan Barcelona untuk Dapatkan Bernardo Silva

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:03 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Gelandang kreatif asal Portugal, Bernardo Silva, dikabarkan telah mengambil keputusan bulat untuk mengakhiri masa baktinya bersama raksasa Inggris, Manchester City.

Klub Liga Italia (Serie A), Juventus, kini muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menampung Bernardo Silva.

Kabar kepergian Bernardo Silva pertama kali diembuskan oleh media Portugal, A Bola.

Bernardo dilaporkan enggan menandatangani kontrak baru di Etihad Stadium karena ingin mencari tantangan di liga yang berbeda.

Situasi ini pun memicu pergerakan masif di bursa transfer musim panas, di mana Juventus dan Barcelona saling sikut untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain.

Baca juga: Juventus Butuh Striker, Lewandowski Disebut Sempurna buat Si Nyonya

Dilema Antara Karier dan Kenyamanan Hidup

Selama sembilan tahun membela Man City, Silva telah meraih segalanya, termasuk gelar treble dan empat trofi liga berturut-turut.

Namun, ia mengakui bahwa faktor gaya hidup dan budaya menjadi pertimbangan utama baginya untuk pindah ke wilayah Eropa yang lebih selatan.

Hal ini memperkuat peluang klub-klub dari Liga Italia atau Spanyol untuk memboyongnya.

Dalam wawancara di podcast resmi Manchester City, Silva mengungkapkan kecintaannya pada klub namun mengakui ada sisi lain dalam hidupnya yang kurang ideal di Inggris.

“Saya memiliki dua sisi kehidupan; saya memiliki sisi sepak bola dalam hidup saya, sisi profesional dalam hidup saya, dan kemudian kehidupan saya di rumah, di mana istri dan putri saya saat ini sangat, sangat penting bagi saya,” kata Silva dikutip dari Football Italia, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan bahwa perbedaan cuaca dan budaya sangat memengaruhi keputusannya.

Baca juga: Sorotan Legenda Juventus Soal Como dalam Persaingan ke Liga Champions

“Secara budaya, bahasa Portugis dan Inggris sangat berbeda; cuacanya sangat berbeda, makanannya sangat berbeda, cara hidup tidak jauh berbeda, tetapi sedikit berbeda,” lanjutnya.

Penawaran Gaji Tinggi dari Serie A

Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, menunjukkan kartu merah kepada bek Juventus, Lloyd Kelly (kiri), pada laga leg kedua babak play-off babak gugur Liga Champions UEFA antara Juventus FC dan Galatasaray SK di stadion Allianz di Turin, pada 25 Februari 2026.AFP/ISABELLA BONOTTO Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, menunjukkan kartu merah kepada bek Juventus, Lloyd Kelly (kiri), pada laga leg kedua babak play-off babak gugur Liga Champions UEFA antara Juventus FC dan Galatasaray SK di stadion Allianz di Turin, pada 25 Februari 2026.

Meskipun Barcelona disebut-sebut sebagai destinasi favorit karena gaya mainnya yang cocok dengan pola Blaugrana, Juventus tidak tinggal diam.

Si Nyonya Tua dilaporkan siap memberikan kontrak berdurasi tiga tahun dengan tawaran gaji mencapai 7 juta hingga 8 juta euro (setara Rp 136,7-156,2 miliar) per musim agar Silva bersedia mencicipi atmosfer Serie A.

Silva sendiri tak menampik bahwa ia sangat mencintai atmosfer profesional di Man City.

Baca juga: Kata Pakar Wasit Italia soal Drama Handball Jay Idzes Saat Lawan Juventus

Namun kerinduannya akan kampung halaman atau lingkungan yang lebih dekat dengan budaya asalnya sangat kuat.

“Saya selalu bercanda dan mengatakan bahwa jika Manchester City berlokasi sedikit lebih ke selatan Eropa, saya akan tetap di sini sampai orang-orang mengusir saya dari klub,” lanjutnya.

“Tapi jika Manchester City berada di Lisbon, saya akan tinggal di sana sampai usia 40 tahun,” tutup Bernardo Silva

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau