JAKARTA, KOMPAS.com – Servis pelek biasanya dilakukan ketika roda terasa bergetar atau ditemukan kondisi peang setelah menghantam lubang.
Tak sedikit kemudian pemilik mobil bertanya, apakah setelah servis pelek perlu melakukan balancing? Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di kawasan H. Nawi, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa servis pelek dan balancing memang saling berkaitan. "Jadi begini, sebenarnya servis pelek dilakukan ketika putarannya sudah tidak sempurna. Kalau putarannya tidak sempurna, berarti ada peang, ada bagian yang naik turun," kata Runang, kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
"Itu yang kita luruskan atau kembalikan semaksimal mungkin. Kalau dibilang 100 persen sempurna, tidak mungkin, tetapi kalau sampai 99 persen, itu masih bisa diupayakan," ujarnya.
Baca juga: Jaecoo Perkuat Pasar Jakarta Barat Lewat Diler 3S Kebon Jeruk
Setelah pelek diperbaiki dan diluruskan, meski sudah mendekati presisi, tetap ada kemungkinan distribusi bobot berubah.
Pelek mobilMenurut Runang, di sinilah balancing berperan. "Kalau balancing itu sifatnya untuk menyempurnakan putarannya. Jadi setiap pelek baru atau ban baru, bahkan saat ban baru dipasang, pasti dilakukan balancing. Kenapa? Karena setiap komponen baru itu tidak mungkin langsung sempurna," katanya.
"Yang menyempurnakan putaran tersebut adalah proses balancing. Jadi kalau masih ada sedikit kekurangan, yang menyempurnakan adalah balancing-nya,” kata Runang.
Secara sederhana, balancing adalah proses menyeimbangkan distribusi berat roda yang terdiri dari pelek dan ban agar putarannya stabil saat mobil melaju.
Roda akan diputar untuk mendeteksi bagian yang lebih berat.
Baca juga: Alva Garap Pasar B2B, Siap Percepat Transisi Motor Listrik
Pada titik tertentu pelek akan ditambah pemberat agar putaran menjadi lebih halus.
Pemberat pada pelek saat melakukan balancingProses ini penting untuk menghilangkan getaran pada setir, membuat laju mobil lebih nyaman, sekaligus mengurangi beban berlebih pada komponen kaki-kaki.
Baca juga: Jadwal Pembatasan Truk Saat Lebaran 2026
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang