Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbaikan Pelek Setelah Hantam Lubang? Apa Penjelasan Bengkel Spesialis

Kompas.com, 26 Februari 2026, 10:42 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Servis pelek biasanya dilakukan ketika roda terasa bergetar atau ditemukan kondisi peang setelah menghantam lubang.

Tak sedikit kemudian pemilik mobil bertanya, apakah setelah servis pelek perlu melakukan balancing? Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di kawasan H. Nawi, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa servis pelek dan balancing memang saling berkaitan. "Jadi begini, sebenarnya servis pelek dilakukan ketika putarannya sudah tidak sempurna. Kalau putarannya tidak sempurna, berarti ada peang, ada bagian yang naik turun," kata Runang, kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

"Itu yang kita luruskan atau kembalikan semaksimal mungkin. Kalau dibilang 100 persen sempurna, tidak mungkin, tetapi kalau sampai 99 persen, itu masih bisa diupayakan," ujarnya.

Baca juga: Jaecoo Perkuat Pasar Jakarta Barat Lewat Diler 3S Kebon Jeruk

Setelah pelek diperbaiki dan diluruskan, meski sudah mendekati presisi, tetap ada kemungkinan distribusi bobot berubah.

Pelek mobilkompas.com/nanda Pelek mobil

Menurut Runang, di sinilah balancing berperan. "Kalau balancing itu sifatnya untuk menyempurnakan putarannya. Jadi setiap pelek baru atau ban baru, bahkan saat ban baru dipasang, pasti dilakukan balancing. Kenapa? Karena setiap komponen baru itu tidak mungkin langsung sempurna," katanya.

"Yang menyempurnakan putaran tersebut adalah proses balancing. Jadi kalau masih ada sedikit kekurangan, yang menyempurnakan adalah balancing-nya,” kata Runang.

Secara sederhana, balancing adalah proses menyeimbangkan distribusi berat roda yang terdiri dari pelek dan ban agar putarannya stabil saat mobil melaju.

Roda akan diputar untuk mendeteksi bagian yang lebih berat.

Baca juga: Alva Garap Pasar B2B, Siap Percepat Transisi Motor Listrik

Pada titik tertentu pelek akan ditambah pemberat agar putaran menjadi lebih halus.

Pemberat pada pelek saat melakukan balancingbestbuyautoequipment Pemberat pada pelek saat melakukan balancing

Proses ini penting untuk menghilangkan getaran pada setir, membuat laju mobil lebih nyaman, sekaligus mengurangi beban berlebih pada komponen kaki-kaki.

Baca juga: Jadwal Pembatasan Truk Saat Lebaran 2026

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau