Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masalah yang Sering Muncul Setelah Mobil Dipakai Mudik

Kompas.com, 28 Maret 2026, 08:42 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Setelah dipakai perjalanan jauh saat mudik, mobil sering mengalami beberapa masalah akibat kerja komponen yang lebih berat dari biasanya.

Mobil yang digunakan mudik biasanya menempuh jarak jauh dengan beban penuh, sehingga banyak komponen bekerja ekstra. Kondisi ini bisa memicu berbagai masalah setelah perjalanan selesai.

Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan salah satu masalah umum adalah oli mesin yang menurun kualitasnya. 

Baca juga: Meski Tanpa Gejala, Kaki-Kaki Mobil Perlu Dicek Setelah Dipakai Mudik


“Perjalanan panjang dan macet membuat oli cepat kotor dan kehilangan daya pelumas, beberapa kondisi juga volumenya berkurang,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026).

Ganti oli mesin yang kondisinya sudah kotor dan mengalami penguapan agar komponen mesin tetap terjaga.

Sistem pendingin juga rentan bermasalah. Radiator bisa kotor, air coolant berkurang, atau bahkan muncul gejala overheat jika tidak dicek.

Baca juga: 7 Komponen Mobil yang Wajib Cek Usai Dipakai Mudik

Ilustrasi radiator pada mobil.Hyundai Worldwide Ilustrasi radiator pada mobil.

“Dengan pemeriksaan akan ketahuan apakah sistem pendingin mesin bekerja normal selama dipakai mudik, bila ada gejala abnormal sebaiknya segera diperbaiki,” ucap Imun.

Rem menjadi komponen penting yang sering terdampak. Kampas rem bisa menipis atau piringan rem mengalami panas berlebih selama perjalanan.

“Batas ketebalan kampas rem 2 mm, pastikan juga piringan rem tidak aus, dengan pembersihan rem komponen akan lebih terjaga, dan terhindar dari kerusakan,” ucap Imun.

Baca juga: Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran 2026 Turun 5,75 Persen

Ban juga tak luput dari masalah. Tekanan bisa berubah, keausan tidak merata, atau bahkan muncul benjolan akibat jalan rusak.

“Periksa kembali tekanan udara ban, pastikan kembangan tidak tipis dan bebas dari kerusakan, sehingga mobil tetap aman digunakan untuk harian,” ucap Imun.

Aki mobil bisa melemah karena penggunaan terus-menerus, terutama jika banyak perangkat elektronik digunakan selama mudik.

Baca juga: Mudik 2026, Tol Regional Nusantara Tembus 2,8 Juta Kendaraan

Ilustrasi filter kabin mobilDaihatsu doc. Ilustrasi filter kabin mobil

Filter udara dan filter kabin sering kotor akibat debu dan polusi di jalan, sehingga performa mesin dan kenyamanan kabin menurun.

“Pembersihan kabin dan filter akan membuat kabin terhindar dari bau, umumnya sisa makanan atau kotoran akan membuat bau tak sedap bila tak langsung dibersihkan,” ucap Imun.

Kaki-kaki mobil juga bisa mengalami keausan, seperti bushing atau shockbreaker yang mulai lemah akibat beban berat.

Baca juga: Dipakai Nonstop Saat Mudik, Ini Komponen Mobil yang Rentan Rusak

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau