Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ragam Tips Membersihkan Wastafel Dapur Berdasarkan Materialnya

Kompas.com, 18 Februari 2022, 21:25 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wastafel dapur tak hanya menjadi tempat mencuci perlengkapan memasak dan makan, tapi juga mencuci tangan serta membersihkan sayuran dan buah. 

Namun, banyak orang yang sering mengabaikan kebersihan wastafel dapur. Mereka beranggapan membersihkan wastafel dapur dilakukan saat digunakan. 

Baca juga: 5 Tips Memilih Keran Air Wastafel Dapur

Padahal, dilansir dari Good Housekeeping, Jumat (18/2/2022), wastafel memiliki 100 ribu kali lebih banyak kuman daripada kamar mandi atau kloset

Karena itu, membersihkan wastafel dapur secara menyeluruh sangat penting untuk mencegah perkembang biakan kuman.

Ketika membersihkan wastafel dapur, disarankan mengikuti instruksi pabrik karena setiap wastafel dapur memiliki material berbeda. Nah, berikut ragam tips membersihkan wastafel dapur berdasarkan materialnya. 

Baca juga: Stop Meletakkan Benda-benda Ini di Bawah Wastafel Dapur 

Kiat pembersihan umum

Ilustrasi wastafel dapurUnsplash/Callum Hill Ilustrasi wastafel dapur
Bersihkan wastafel dapur secara teratur menggunakan kain lembap dan larutan cairan pembersih atau semprotan anti-bakteri.

Selalu bersihkan wastafel setelah menyiapkan makanan mentah dan bilas cairan seperti teh yang dapat meninggal noda pada wasatafel. 

Jangan tinggalkan kain basah dan spons di wastafel selama semalaman karena sisa makanan, minuman, atau bahan kimia pembersih di kain atau spons dapat menodai wastafel.

Jika tinggal di daerah dengan air keras, kerak kapur dapat menumpuk di dalam dan di sekitar wastafel sehingga menjadi sarang bakteri.

Untuk mengatasinya, buat campuran setengah cuka putih dan setengah air, lalu masukkan ke botol semprot, dan gunakan cairan secara teratur untuk membersihkan wastafel dan mencegah kerak kapur. Selalu bilas sampai bersih dengan air biasa setelahnya. 

Baca juga: Cara Mudah Memoles Wastafel Dapur Stainless Steel Pakai Tepung 

Lubang sumbatan dan luapan

Lubang sumbatan dan luapan dapat menjadi kotor. Untuk membersihkannya, gunakan sikat botol untuk menggosoknya dengan baik setiap seminggu sekali.

Untuk menjaga bak cuci tetap mengalir dan menghilangkan penumpukan lemak, tuangkan ketel berisi air mendidih ke bak cuci, lalu diikuti secangkir kristal soda cuci, dan sekali lagi tuang secangkir air mendidih

Setelah lima atau sepuluh menit, tuang dengan ketel penuh air mendidih untuk membilas semuanya. Lakukan metode ini setiap minggu jika wastafel cenderung mengering perlahan. 

Baca juga: 5 Jenis Wastafel Dapur Beserta Plus Minusnya 

Wastafel keramik

Ilustrasi wastafel dapur dengan material keramikShutterstock/Dariusz Jarzabek Ilustrasi wastafel dapur dengan material keramik
Wastafel keramik putih telah semakin populer dalam dekade terakhir. Namun, jika tidak hati-hati, wastafel ini dapat dengan cepat terkena noda.

Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dengan membuat pasta pembersihdari soda bikarbonat dan air.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau