Ilustrasi kucing. Seperti manusia berambut keriting, Lioyryan mengatakan bahwa lapisan bawah kucing tidak dapat mengembang dan rileks dalam kondisi lembap.
Infeksi kulit atau luka dapat menyebabkan kekusutan bulu pada area yang terkena.
Ini, pada gilirannya, dapat membatasi aliran udara dan memperburuk infeksi yang mendasarinya.
Baca juga: Bisakah Kucing Mengenali Wajah Pemiliknya? Ini Faktanya
Lioyryan mengatakan beberapa ras kucing memiliki lapisan bawah yang lebih tebal, membuat mereka lebih rentan terhadap kekusutan. Ras kucing dengan lapisan bulu bawah tebal meliputi kucing persia, himalaya, Maine Coon, ragdoll, Norwegian Forest Cat, dan kucing siberia.
Produksi minyak tubuh berlebih sering terjadi pada kucing dengan penyakit hipertiroid, kucing yang belum disteril (terutama jantan), dan kucing dengan kondisi yang dikenal sebagai seborrhea.
Kondisi apa pun yang menyebabkan minyak berlebih juga dapat menyebabkan bulu menjadi kusut, Lioyryan menjelaskan.
Usia
Kucing yang sehat dan sigap dapat memutar tulang punggungnya hampir 360 derajat untuk membersihkan dirinya sendiri pada setiap sudut dan celah. Tetapi seiring bertambahnya usia kucing, mobilitas berkurang dan menjadi semakin sulit untuk merawat tempat-tempat yang sulit dijangkau itu. "Yang paling mencolok, ini menyebabkan bercak berminyak pada bulu di bagian belakang, pinggul, dan pangkal ekor, semuanya bisa menyebabkan kekusutan," kata Lioyryan.
Bobot
Sama seperti kucing yang menua, kucing yang kelebihan berat badan tidak bisa berputar dan membersihkan diri seperti seharusnya. Belum lagi kelebihan berat badan bisa berarti produksi minyak yang berlebihan, memperparah masalah ini.