Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahan Paling Ampuh untuk Membersihkan Jendela Menurut Ahli

Kompas.com, 16 Agustus 2025, 20:39 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Jendela yang bersih dan kinclong akan membuat rumah terlihat lebih segar dan nyaman. Nah, perlu diketahui bahwa membersihkan jendela bukan sekadar menyemprot cairan lalu mengelapnya.

Doug Bryant, pembersih jendela profesional sekaligus pemilik Fish Window Cleaning di Rock Hill, South Carolina, membagikan rahasia sederhana yang bisa kamu tiru di rumah.

Baca juga: Cara Membasmi Rayap di Jendela Kayu

Bahan pembersih jendela paling ampuh

Ilustrasi sabun cuci piring.Shutterstock/Mr Boiko Oleg Ilustrasi sabun cuci piring.

Banyak dari kita yang hanya mengandalkan cairan pembersih kaca untuk membersihkan jendela, tetapi Bryant justru lebih suka membuat larutannya sendiri.

Caranya mudah, cukup campurkan sekitar 4 liter air panas dengan sabun cuci piring cair seukuran koin lima ratus rupiah. 

Menurutnya, campuran ini sudah lebih dari cukup untuk mengangkat kotoran dan membuat jendela berkilau tanpa meninggalkan noda.

Baca juga: 7 Dampak Buruk Akibat Jarang Membersihkan Jendela

Selain larutan tersebut, pastikan kamu memiliki perlengkapan yang mendukung. Beberapa alat yang dibutuhkan adalah kemoceng atau sikat lembut untuk membersihkan debu, alat pel tangan, karet pembersih, kain mikrofiber, serta handuk untuk menampung tetesan air di bagian dalam rumah.

Selain campuran sabun cuci piring, ada beberapa pilihan lain yang bisa digunakan untuk membersihkan jendela, seperti larutan berbasis cuka atau alkohol.

Namun, Bryant menekankan untuk menghindari cairan pembersih aerosol atau semprotan berbahan amonia karena bisa merusak kaca dalam jangka panjang.

Baca juga: 8 Tanaman Hias yang Cocok Diletakkan di Ambang Jendela

Bahan dan alat yang tepat akan membuat pekerjaan membersihkan jendela jadi lebih mudah sekaligus memberikan hasil akhir yang maksimal.

Cara membersihkan jendela dengan benar 

Ilustrasi membersihkan jendela yang berdebuShutterstock/Mirage_studio Ilustrasi membersihkan jendela yang berdebu

Menurut Bryant, cara membersihkan yang benar sama pentingnya dengan pilihan bahan pembersih dan alat. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

  • Awali dengan menghilangkan debu, serbuk sari, atau sarang laba-laba menggunakan kemoceng.
  • Oleskan larutan sabun dan air panas ke seluruh permukaan kaca dengan pel tangan.
  • Gunakan karet pembersih dari sudut atas ke bawah dengan gerakan halus dan berkesinambungan.
  • Lap tetesan air yang tersisa menggunakan kain mikrofiber.
  • Jangan lupa membersihkan layar jendela dan relnya, karena debu biasanya menumpuk di area tersebut.

Baca juga: 8 Hal yang Membuat Jendela Harus Lebih Sering Dibersihkan

Jika ingin hasil yang lebih menyeluruh, Bryant menyarankan untuk menggunakan jasa pembersih profesional setidaknya setahun sekali. 

Tips tambahan agar jendela selalu bersih 

Ilustrasi jendela.Shutterstock/Aleksandr Finch Ilustrasi jendela.

Agar hasil pembersihan jendela lebih maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan kain mikrofiber, bukan koran atau tisu, karena lebih efektif menyerap air.
  • Hindari menggunakan softener saat mencuci lap atau pel, karena bisa mengurangi daya serap.
  • Sesuaikan ukuran pel dan karet pembersih dengan kaca jendela. Jika terlalu besar, hasilnya bisa tidak rata.
  • Jangan bersihkan jendela saat matahari terik.

Baca juga: 6 Kesalahan Membersihkan Jendela yang Bikin Kaca Kusam

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau