Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Area di Kebun yang Tidak Boleh Ditaburkan Ampas Kopi

Kompas.com, 8 September 2025, 08:05 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

Menaburkan ampas kopi sedikit di sekitar tanaman yang menyukai tanah asam mungkin bermanfaat, tetapi hindari tanaman yang menyukai pH tanah netral hingga basa. 

Tanaman yang harus dihindari, antara lain lavender, rosemary, ceanothus, dan geranium tahan banting.

Tempat favorit hewan peliharaan

Terakhir, area di kebun yang tidak boleh ditaburkan ampas kopi adalah tempat favorit hewan peliharaan atau tempat yang mungkin sering dikunjungi sahabat bulu.

Jika telah meluangkan waktu menciptakan taman yang ramah anjing atau ruang luar ruangan yang cocok untuk semua jenis hewan peliharaan, ampas kopi perlu digunakan dengan hati-hati.

"Bila memiliki hewan peliharaan, berhati-hatilah tidak meninggalkan ampas kopi di tempat yang mudah dijangkau hewan peliharaan karena kafein dapat berbahaya jika tertelan," Julian dari British Garden Centres memperingatkan.

Ini bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan sisa ampas kopi di kebun jika memiliki hewan peliharaan. Bersikaplah strategis dan letakkan di area yang kamu tahu tidak akan dijangkau hewan peliharaan. 

Baca juga: 3 Cara Menggunakan Ampas Kopi untuk Menyuburkan Tanaman Tomat 

Jenis hama yang dihalau ampas kopi 

Ilustrasi siput. SHUTTERSTOCK/Zebra-Studio Ilustrasi siput.
Meski beberapa area di kebun sebaiknya tidak diberi kopi, sisa ampas kopi pasti dapat berguna untuk hama tertentu.

Ampas kopi dapat membantu mencegah tikus masuk ke kebun, bahkan mengusir nyamuk dan kutu.

"Ampas kopi ideal untuk mengusir siput dan bekicot dari tanaman, berkat kandungan kafein dan teksturnya yang berpasir, yang tidak disukai mereka untuk dijelajahi," tambah Julian.

Ampas kopi juga dipercaya dapat mengusir semut karena aromanya yang kuat mengganggu jejak aroma semut dan akan menjauhkannya dari tanaman. 

Baca juga: Betulkah Ampas Kopi Dapat Membasmi Semut dari Rumah? 

Tanaman apa yang paling menyukai ampas kopi?

Menurut Morris, tanaman terbaik untuk memanfaatkan ampas kopi adalah tanaman yang menyukai asam, seperti hydrangea, blueberry, azalea, rhododendron, dan camelia.

Cara terbaik memanfaatkannya adalah mengomposkannya dan menggunakan campuran tersebut di sekitar tanaman. 

Tanaman lain yang menyukai ampas kopi, antara lain mawar, lily of the valley, dan hosta. Bunga-bunga ini merespons baik terhadap peningkatan nitrogen yang diberikan ampas kopi.

Mengetahui area di kebun yang tidak boleh ditaburkan ampas kopi akan memberikan semua tanaman perawatan terbaik yang dibutuhkan untuk tumbuh subur. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau