Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Area di Kebun yang Tidak Boleh Ditaburkan Ampas Kopi

Kompas.com, 8 September 2025, 08:05 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Ampas kopi banyak direkomendasikan pakar berkebun sebagai kompos atau nutrisi untuk meningkatkan nitrogen dalam tanah, mendorong pertumbuhan tanaman, serta mengusir hama. 

Baca juga: 7 Tanaman Bunga yang Tumbuh Subur dengan Ampas Kopi

Namun, ada beberapa area di kebun yang tidak boleh ditaburkan ampas kopi lantaran memberikan lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya.

Menurut para pakar tanaman, di sekitar bibit tanaman dan lapisan tanah yang lebih tebal menjadi beberapa area penting yang harus dihindari menggunakan ampas kopi di kebun. 

Untuk menghindari kesalahan berkebun, berikut beberapa area di kebun yang tidak boleh ditaburkan ampas kopi seperti dilansir dari Ideal Home, Senin (8/9/2025).

Di sekitar benih dan bibit

Ilustrasi ampas kopi.Shutterstock/Nor Gal Ilustrasi ampas kopi.
Julian Palphramand, Kepala Divisi Tanaman di British Garden Centres, mengatakan jika berharap dapat menabur benih dengan sukses tahun ini, kamu harus menghindari menaburkan sisa ampas kopi ke dalam tanah. 

"Meski ampas kopi dapat bermanfaat di beberapa bagian kebun, kami tidak menyarankan meletakkannya langsung di sekitar benih atau bibit kecil," ujarnya.

Ampas kopi dapat menghambat pertumbuhan benih, bahkan mencegahnya berkecambah sama sekali.

Selain itu, pH asam ampas kopi tidak cocok untuk bibit yang rapuh dan menambahkannya ke tanah merupakan penyebab umum benih tidak berkecambah, jadi hal ini jelas harus dihindari. 

Baca juga: Stop Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Ini Bahayanya! 

Tanah tebal

Selanjutnya, area di kebun yang tidak boleh ditaburkan ampas kopi adalah bagian tanah yang tebal. Jika ada area di kebun yang tanahnya cukup padat dan rentan tergenang air, sebaiknya hindari menambahkan ampas kopi ke dalam campuran.

Para ahli memperingatkan ampas kopi akan semakin mempersulit perbaikan halaman yang tergenang air.

"Kami tidak menyarankan penggunaan ampas kopi sebagai mulsa," ucap Mark Sage, pakar hortikultura di B&Q.

Menggunakan ampas kopi hingga menutupi tanah dengan tebal dapat menggumpal dan menyulitkan penetrasi air. 

Ada beberapa jenis mulsa lain yang dapat digunakan, termasuk mulsa daun, kulit kayu, dan potongan rumput, yang akan meningkatkan retensi air tanah serta menyediakan nutrisi bagi tanaman. Tinggalkan ampas kopi untuk menghentikan tupai mencuri pakan burung. 

Baca juga: Benarkah Ampas Kopi Bisa Mengusir Siput di Kebun? 

Di sekitar tanaman tertentu

Memang benar harus menghindari meletakkan ampas kopi di dekat bibit tanaman apa pun, tetapi ada varietas tanaman tertentu yang perlu diperhatikan, bahkan ketika sudah dewasa.

"Menempatkan ampas kopi di tanah berpotensi memperbaiki tanah menjadi lebih asam daripada yang disukai banyak tanaman," jelas Morris Hankinson, Direktur Hopes Grove Nurseries.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau