Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Bersihkan 5 Barang Ini dengan Sabun Cuci Piring!

Kompas.com, 23 Desember 2025, 20:54 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Sabun cuci piring diperuntukkan untuk mencuci piring, peralatan makan, hingga peralatan masak.

Namun, tak jarang, sabun cuci piring sering digunakan untuk membersihkan beberapa barang serta permukaan di rumah, seperti area sekitar wastafel, meja, hingga lantai. 

Baca juga: Cara Membersihkan Kaca dengan Sabun Cuci Piring hingga Kinclong   

Akan tetapi, sebetulnya, tidak semua barang dan permukaan bisa dibersihkan dengan sabun cuci piring karena bisa merusaknya. 

Nah, dilansir dari Martha Stewart, Selasa (23/12/2025), pakar kebersihan membagikan beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan sabun cuci piring. 

Furnitur kayu

Ilustrasi ruang tamu, ilustrasi furnitur di ruang tamu. Unsplash/Spacejoy Ilustrasi ruang tamu, ilustrasi furnitur di ruang tamu.
Sabun cuci piring mungkin tampak seperti pilihan praktis untuk membersihkan furnitur kayu, tetapi justru dapat lebih berbahaya daripada bermanfaat.

Detergen kuat dalam sabun cuci piring dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi permukaan kayu sehingga menghasilkan permukaan kering dan kusam.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kayu retak, melengkung, atau kehilangan kilau, dan dapat meninggalkan residu yang sulit dihilangkan yang menyebabkan perubahan warna.

"Sekitar sebulan sekali, saya menggunakan sedikit pemoles kayu pada kain bersih hanya untuk menjaga agar tetap terlihat bagus dan melindungi permukaannya," kata Stephanie Phillips, profesional kebersihan dan pemilik Phillips Commercial and Residential Cleaning Service di Nashville, TN. 

Namun, Philips juga akan menghindari penggunaan sabun cuci piring pada permukaan kayu apa pun.

"Saya juga mendorong klien saya untuk menutupi meja makan kayu mereka saat makan untuk menghindari perlunya penggosokan yang serius," ucapnya. 

Baca juga: Jangan Mencuci Pakaian dengan Sabun Cuci Piring, Ini Dampaknya

Kulit 

Selanjutnya, barang yang tidak boleh dibersihkan dengan sabun cuci piring adalah berbahan kulit. Kulit adalah bahan sensitif dan membutuhkan perawatan khusus.

Sabun cuci piring memang bagus untuk menghilangkan noda minyak dan lemak, tetapi untuk kulit, ini bisa merusak minyak yang membentuk lapisan pelindungnya. Tentu saja, ini bukan sesuatu yang kamu inginkan.

Emolien sangat penting untuk kulit yang lembut dan terawat baik serta sabun cuci piring dapat menyebabkan kulit menjadi kering, rapuh, atau retak.

"Saya selalu menyimpan pembersih khusus untuk kulit dan selalu menggunakan kondisioner setelah membersihkan," kata Phillips. 

Karpet

Ilustrasi karpetUnsplash/sinasaadatmand Ilustrasi karpet
Sabun cuci piring bukan pilihan terbaik untuk mengatasi noda pada karpet. Sabun cuci piring sulit dibilas dari karpet dan dapat meninggalkan residu pada serat yang menarik lebih banyak kotoran dan debu, yang dapat membuat karpet terlihat lebih kotor lebih cepat.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau